IDEA JATIM, MALANG — Kemitraan strategis antara Universitas Brawijaya (UB) dan Universiti Putra Malaysia (UPM) kembali memasuki babak baru. Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) UB secara resmi menyambut delegasi dari Faculty of Educational Studies UPM dalam agenda Academic Visit yang berlangsung hangat di Ruang Rapat Lantai 2, Gedung Sentral FBiPK UB, Senin (21/9/2026).
Pertemuan tingkat tinggi ini dirancang sebagai momentum krusial untuk memperdalam penetrasi program internasional, memperluas jejaring akademis, serta memperkuat diplomasi pendidikan yang telah terbangun lama antara Indonesia dan Malaysia.
Agenda internasional ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan tertinggi FBiPK UB, di antaranya Dekan Prof. Mangku Purnomo, S.P., M.Si., Ph.D., dan Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Afifuddin Latif Adiredjo, S.P., M.Sc. Sementara dari pihak mitra, hadir perwakilan Faculty of Educational Studies UPM, Dr. Hazwan bin Mohd Puad, beserta jajaran International Relations Office (IRO) FBiPK UB yang dipimpin Dr. Rika Ratna Sari, S.P., M.P.
Tidak hanya di tingkat pimpinan dan dosen, atmosfer kolaboratif semakin terasa dengan keterlibatan aktif mahasiswa. Delegasi mahasiswa terdiri atas tujuh mahasiswa UPM dan tiga mahasiswa pilihan FBiPK UB yang hadir secara tatap muka untuk mengikuti seluruh rangkaian acara.
Dalam sesi pembukaan, Dekan FBiPK UB, Prof. M. Purnomo, menegaskan bahwa rekam jejak hubungan harmonis yang telah dipupuk sejak lama menjadi modal sosial yang amat berharga bagi kedua institusi dalam menghadapi tantangan global.
“Hubungan baik yang telah terjalin dengan UPM pada kesempatan-kesempatan sebelumnya merupakan modal penting untuk terus membangun komunikasi dan kerja sama akademik antara kedua institusi,” ujar Prof. Mangku Purnomo secara lugas.
Setelah sesi pembukaan dan sambutan, acara dilanjutkan dengan pertukaran cenderamata serta foto bersama. Prosesi ini menjadi simbolisasi komitmen kedua belah pihak untuk menjaga serta meningkatkan kualitas kemitraan ke tingkat yang lebih produktif.
Masuk pada agenda inti, FBiPK UB memaparkan secara komprehensif profil fakultas, kekuatan riset, hingga memperkenalkan jajaran staf pengajar unggulan. Sesi pemaparan ini dipimpin langsung oleh Dr. Afifuddin Latif Adiredjo bersama Dr. Rika Ratna Sari.
Menanggapi hal tersebut, delegasi UPM turut mempresentasikan profil Faculty of Educational Studies, cakupan keahlian, serta target strategis dari kunjungan mereka ke Malang.
Dr. Afifuddin menggarisbawahi bahwa kedekatan antara UB dan UPM sudah melampaui batas hubungan formal antar-kampus, melainkan sudah seperti ikatan kekeluargaan akademik yang saling mendukung.
“UPM dan Universitas Brawijaya bagaikan saudara dekat, yang setiap kali terdapat kegiatan saling bekerja sama dan selalu ada partisipasi akademik di antaranya. Sehingga pintu Universitas Brawijaya selalu terbuka lebar bagi UPM dalam menghadirkan kolaborasi baik akademik maupun kerja sama riset,” tegas Dr. Afifuddin.
Rangkaian acara berlanjut ke sesi Academic Discussion and Knowledge Sharing Session. Pada ruang diskusi ini, para akademisi dari kedua perguruan tinggi bertukar gagasan, mengeksplorasi metodologi baru, serta memetakan potensi riset kolaboratif yang relevan dengan perkembangan keilmuan saat ini.
Di sisi lain, keterlibatan mahasiswa menjadi nilai tambah tersendiri. Melalui interaksi langsung antara tujuh mahasiswa UPM dan tiga mahasiswa UB, terjadi ruang pertukaran budaya, pengalaman belajar, dan pemahaman terkait lingkungan akademik masing-masing negara. Langkah ini dinilai efektif dalam membekali mahasiswa dengan wawasan internasional (global mindset) sejak dini.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, para tamu dari UPM diajak mengikuti Faculty and Academic Facilities Tour. Delegasi diajak melihat langsung infrastruktur penunjang pembelajaran, laboratorium, serta fasilitas unggulan yang dimiliki FBiPK UB dalam mendukung kegiatan akademik dan riset.
Prospek Kolaborasi Masa Depan
Melalui Academic Visit ini, FBiPK UB dan Faculty of Educational Studies UPM optimis mampu menciptakan dampak berkelanjutan bagi institusi masing-masing. Kunjungan ini tidak hanya berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi diproyeksikan segera terealisasi dalam bentuk pemantapan program pertukaran mahasiswa, riset bersama (joint research), publikasi ilmiah internasional, hingga peningkatan kapasitas kelembagaan secara menyeluruh di masa mendatang. (*)




