IDEA JATIM, BATU — Sejuknya udara Kota Batu, Jawa Timur, pekan ini mendadak terasa hangat oleh gelombang semangat ratusan pejuang pangan dari seluruh penjuru Tanah Air. PT Fery Agung Corindotama (Feraco) secara resmi menghadirkan KTNA Agro Expo 2026, sebuah panggung megah yang mempertemukan petani, nelayan, pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga pelaku UMKM dalam satu ekosistem agribisnis yang terintegrasi.
Ajang bergengsi ini diselenggarakan secara beriringan dengan Rembug Paripurna KTNA Nasional pada 18–21 September 2026. Lebih dari sekadar pameran biasa, kegiatan ini dirancang sebagai wadah strategis untuk bertukar pengetahuan, mengenalkan inovasi mutakhir, sekaligus merajut jejaring bisnis yang solid demi kemajuan pertanian Indonesia.
Sebagai motor penggerak di balik layar, Feraco sukses menerjemahkan kompleksitas dunia agribisnis ke dalam tata ruang pameran yang memukau. Mulai dari zona presentasi interaktif, komunikasi visual yang segar, hingga elemen branding yang kuat, semuanya dirancang untuk mendongkrak visibilitas peserta dan mitra.
Direktur Feraco, Ruslim, mengungkapkan bahwa esensi penyelenggaraan event ini bukan sekadar urusan teknis yang berjalan mulus, melainkan bagaimana menciptakan ruang perjumpaan yang bermakna.
“Kami berupaya membangun pengalaman yang mempertemukan petani, nelayan, pemerintah, pelaku usaha, teknologi, dan lembaga keuangan. Ini adalah panggung bagi produk dan inovasi agribisnis Indonesia untuk tampil bersinar,” ujar Ruslim.

Kehadiran 40 booth yang terbagi menjadi 30 bilik perusahaan besar dan 10 booth UMKM pilihan berhasil memikat ribuan pengunjung umum di luar delegasi resmi KTNA. Suasana pameran kian semarak dengan adanya talk show inspiratif, demonstrasi alat dan mesin pertanian (alsintan), pagelaran seni budaya, hingga Festival Pangan Lokal yang memanjakan lidah.
Mewakili Kementerian Pertanian, Sekretaris Jenderal Kementan, Dr. Ir. Suwandi, M.Sc., menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya hajatan besar ini. Suwandi menegaskan bahwa peningkatan produksi nasional tidak akan berarti tanpa penguatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat lapang. Kolaborasi erat antara pemerintah, penyuluh, dan petani menjadi kunci utama, termasuk dalam hal membuka akses pasar serta pembiayaan yang adil.
Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Batu Nurochman, selaku tuan rumah, menyampaikan pandangan yang tajam mengenai arti penting swasembada pangan. Menurutnya, kesuksesan sektor pertanian tidak boleh hanya diukur dari angka-angka produksi di atas kertas.
“Ketika kita berbicara tentang swasembada pangan, kita juga harus bertanya: apakah petani sudah sejahtera? Apakah lahannya tetap terjaga? Apakah generasi muda mau meneruskan pertanian?” tegas Nurochman di hadapan para peserta.
Menghadapi tantangan perubahan iklim, alih fungsi lahan, serta ancaman penuaan usia petani, Pemkot Batu terus mendorong pendekatan Smart and Integrated Farming. Teknologi modern, lanjut Nurochman, harus diposisikan sebagai kawan setia petani untuk bekerja lebih efektif tanpa menghilangkan kearifan lokal yang sudah mendarah daging.

Di sisi lain, agenda internal Rembug Paripurna KTNA Nasional menjadi sorotan utama bagi para pengurus dan anggota. Ketua Umum KTNA Nasional periode berjalan, Muhammad Yadi Sofyan Noor, menekankan pentingnya soliditas organisasi di tengah dinamika zaman yang kian menantang.
Rangkaian sidang yang berlangsung khidmat sejak 20 September 2026 membedah tiga komisi penting: Komisi Organisasi, Komisi Program, dan Komisi Rekomendasi. Puncak dari musyawarah besar ini adalah proses pemilihan dan penetapan nakhoda baru KTNA Nasional untuk periode 2026–2031, yang diharapkan mampu membawa angin segar bagi perlindungan nasib petani dan nelayan Indonesia.
KTNA Agro Expo 2026 menjadi magnet berkat partisipasi nama-nama besar di industri agribisnis nasional. Deretan perusahaan ternama seperti PT Triangle Motorindo, PT Saprotan Utama Nusantara, PT Syngenta Indonesia, PT Yanmar Diesel Indonesia, hingga raksasa BUMN seperti Perum Bulog dan Pupuk Indonesia turut memamerkan inovasi terbaik mereka.
Mulai dari benih unggul, pupuk berkualitas, teknologi tepat guna, hingga layanan jasa keuangan digital, semuanya tumpah ruah di arena pameran.
Ketua Panitia Pelaksana KTNA, Otong Wiranata, mengajak seluruh anggota untuk memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya. “Dari Kota Batu, kami berharap lahir energi baru untuk memperkuat jaringan dan membawa sektor agribisnis Indonesia melompat lebih tinggi,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan akbar ini ditutup secara resmi pada Senin, 21 September 2026, ditandai dengan pengumuman stan terbaik, pengarahan pengurus baru, serta pidato penutupan oleh Wali Kota Batu. Melalui jejak langkah KTNA Agro Expo 2026, mimpi besar tentang pertanian yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan kini menemukan pijakannya yang paling nyata. (*)





