IDEA JATIM, MALANG – Tim dosen Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat untuk membantu meningkatkan produktivitas domba dan pendapatan ekonomi Kelompok Tani Sumber Mulyo I di Desa Slorok, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Langkah ini diwujudkan melalui penerapan Good Breeding Practice (GBP) berbasis teknologi tepat guna.
Program pemberdayaan kemitraan masyarakat ini berhasil meraih pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kemenristek/BRIN. Tim ini diketuai oleh Farida Kusuma Astuti, S.Pt., M.P., dengan anggota Dr. Akhadiyah Afrilia, S.Pt., M.P. serta A. Yusuf Kholil, S.P., M.Agr.
Kabupaten Malang dikenal sebagai salah satu sentra peternakan di Jawa Timur dengan populasi kambing dan domba yang tergolong tinggi. Kendati Kelompok Tani Sumber Mulyo I telah lama membudidayakan Domba Ekor Gemuk (DEG), kesejahteraan para peternak dinilai belum optimal akibat pola pemeliharaan yang masih tradisional.
Ketua Tim Pengabdian, Farida Kusuma Astuti, menjelaskan bahwa kelompok tani mitra menghadapi sejumlah kendala mendasar pada sektor produksi dan reproduksi. Mulai dari keterbatasan pejantan unggul, ketiadaan sistem pencatatan (recording) bibit, hingga tingginya risiko perkawinan sedarah (inbreeding) yang menurunkan performa ternak.
”Selain itu, manajemen pakan belum disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi ternak. Masalah lingkungan juga muncul akibat penumpukan limbah kotoran domba yang belum terolah secara maksimal,” ujar Farida.
Guna menyelesaikan persoalan tersebut secara komprehensif, tim pengabdian menggelar serangkaian pelatihan dan pendampingan intensif yang terbagi dalam tiga tahap utama:
Penerapan Village Breeding Center (VBC) (14 Juli 2026)
Farida Kusuma Astuti memberikan penyuluhan mengenai bahaya inbreeding serta solusi pencegahannya. Tim memfasilitasi teknologi VBC, yakni sistem pembibitan kawasan dengan menyediakan pejantan unggul dan kandang kawin terpusat. Metode ini memudahkan peternak dalam mendeteksi masa birahi dan mengontrol perkawinan secara terkontrol.
Manajemen Pakan Flushing dan Hijauan Legum (21 Juli 2026)
Dr. Akhadiyah Afrilia memandu peternak dalam formulasi pakan flushing dan penanaman hijauan legum. Pakan flushing berenergi dan berprotein tinggi ini diberikan sebelum perkawinan, masa kebuntingan, hingga pasca-melahirkan. Teknologi pakan ini terbukti dapat mengoptimalkan Body Condition Score (BCS) induk, mencegah penurunan bobot pasca-melahirkan, memperpendek jarak kelahiran, serta meningkatkan potensi lahir kembar (litter size).
Pengolahan Limbah Kompos dan Pemasaran (24 Juli 2026)
A. Yusuf Kholil mendampingi peternak dalam mengolah limbah kotoran ternak menjadi pupuk kompos berkualitas menggunakan mesin pencacah. Inovasi ini tidak hanya menjaga sanitasi dan estetika lingkungan kandang dari bau tidak sedap, tetapi juga membuka peluang pendapatan tambahan bagi kelompok tani melalui penjualan pupuk organik dan strategi pemasaran domba yang lebih efektif.
Melalui integrasi pembibitan terstruktur, kecukupan nutrisi reproduksi, dan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah, intervensi IPTEKS dari tim dosen UNITRI ini diharapkan dapat mengubah pola beternak tradisional menjadi bisnis peternakan yang produktif, berkelanjutan, dan bernilai ekonomis tinggi bagi masyarakat Desa Slorok. (*)




