Semangat Kartini “Hidup” di MTs Almaarif 01 Singosari, Dari Kebaya ke Aksi Hijau

IDEAJATIM.ID, MALANG – Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini terasa benar-benar “hidup” di MTs Almaarif 01 Singosari. Bukan sekadar seremoni, peringatan Hari Kartini, Selasa (21/4/2026), dirayakan dengan cara yang lebih bermakna, mulai dari balutan busana adat hingga aksi nyata peduli lingkungan.

Sejak pagi, halaman madrasah dipenuhi warna-warni pakaian tradisional dari berbagai daerah. Para siswa dan guru tampil anggun dan penuh percaya diri, mencerminkan keberagaman sekaligus semangat emansipasi yang diperjuangkan Kartini.

Namun, lebih dari sekadar penampilan, momen ini menjadi ruang refleksi. Kepala MTs Almaarif 01 Singosari, Dwi Retno Palupi, M.Pd., menegaskan bahwa Hari Kartini bukan hanya perayaan tahunan, tetapi pengingat penting tentang perjuangan akses pendidikan—terutama bagi perempuan.

“Kalau dulu perempuan sangat terbatas untuk belajar, hari ini semua punya kesempatan yang sama. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya untuk berkarya dan memberi manfaat,” ujarnya di hadapan peserta upacara.

Palupi juga menekankan bahwa madrasah terus berupaya menjadi ruang tumbuh yang aman dan suportif bagi siswa. Berbagai program pengembangan minat dan bakat terus didorong agar potensi peserta didik bisa berkembang maksimal.

Baca Juga:  MTs Almaarif 01 Singosari Terapkan Disiplin Positif, Perkuat Program Madrasah Ramah Anak

“Karya besar selalu berawal dari hal kecil. Dari madrasah ini, kami ingin lahir generasi yang berani mencoba, berkarya, dan berprestasi,” imbuhnya.

Menariknya, semangat Kartini di MTs Almaarif tidak berhenti di podium upacara. Peringatan dilanjutkan dengan kegiatan bertajuk Kartini Green Action, hasil kolaborasi bersama Politeknik Pembangunan Pertanian Malang.

Dalam kegiatan ini, siswa diajak belajar langsung praktik pertanian. Mereka mulai dari menyemai benih sayuran seperti bayam dan cabai, hingga menanam tanaman obat keluarga (toga) seperti jahe. Aktivitas ini menjadi pengalaman nyata yang menggabungkan pendidikan, kemandirian, dan kepedulian lingkungan.

Lewat pendekatan ini, nilai-nilai perjuangan Kartini diterjemahkan secara kontekstual—tidak hanya soal pendidikan, tetapi juga keterampilan hidup yang relevan dengan zaman.

Peringatan Hari Kartini di MTs Almaarif 01 Singosari pun menjadi bukti bahwa semangat emansipasi tidak sekadar dikenang, melainkan terus dihidupkan. Dari kebaya yang dikenakan, hingga tangan-tangan kecil yang menanam harapan di tanah—semuanya adalah wujud nyata Kartini masa kini. (*)

Berita Terkini

Inovasi UM: Racik Algoritma Cerdas untuk Cegah Pasien Klinik Gigi Berpindah Layanan

IDEA JATIM, MALANG - Persaingan ketat antar-klinik gigi kini...

Digitalisasi Warung Kelontong FILKOM dan FEB Raih Pendanaan P2MW 2026

IDEA JATIM, MALANG - Di tengah gempuran modernisasi ritel,...

Gandeng Pemkab Kapuas Hulu, UNITRI Malang Siap Cetak SDM Unggul Lewat Tri Dharma​

​IDEA JATIM, ​MALANG – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img