IDEAJATIM.ID, MALANG – Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan yang diterbitkan pada 10 Juli 2026 mendapat respons positif di Kota Malang. Bahkan, kebijakan serupa telah lebih dahulu diterapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang melalui surat edaran yang diterbitkan pada awal tahun 2026.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Disdikbud Kota Malang, Muflikh Adhim, SE., MM, mengatakan mayoritas sekolah di Kota Malang kini telah mengimplementasikan kebijakan pembatasan penggunaan gawai bagi peserta didik selama berada di lingkungan sekolah.
“Surat edaran dari Disdikbud Kota Malang sudah kami keluarkan lebih awal. Saat ini rata-rata sekolah di Kota Malang sudah menerapkannya,” ujar Adhim, Kamis (16/7).
Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif sekaligus mengurangi ketergantungan siswa terhadap telepon genggam selama jam pembelajaran berlangsung.
“Ketentuan ini diharapakan siswa dapat lebih fokus mengikuti proses belajar mengajar dan meningkatkan interaksi sosial dengan teman maupun guru,” imbuh Adhim.
Salah satu sekolah yang mulai menerapkan kebijakan tersebut pada tahun ajaran 2026/2027 adalah SMPN 13 Malang. Kepala SMPN 13 Malang, Sadimin, M.Pd, menegaskan siswa tidak diperkenankan membawa maupun menggunakan gawai selama berada di sekolah.
Menurut Sadimin, sebagian besar siswa telah menghabiskan banyak waktu menggunakan telepon seluler ketika berada di rumah. Karena itu, sekolah ingin memastikan waktu belajar dimanfaatkan secara optimal tanpa gangguan dari perangkat digital.
“Di rumah anak-anak sudah memegang HP hampir seharian. Saat di sekolah mereka harus benar-benar fokus belajar,” katanya.
Ia menjelaskan, sekolah tetap menyiapkan solusi apabila siswa membutuhkan layanan tertentu, seperti memesan transportasi daring saat pulang sekolah. Pihak sekolah akan membantu memfasilitasi kebutuhan tersebut sehingga siswa tetap tidak perlu membawa gawai.
Sadimin berharap kebijakan pembatasan gawai dapat meningkatkan konsentrasi belajar, memperkuat interaksi antar siswa, serta menciptakan suasana pembelajaran yang lebih efektif dan disiplin.
“Kalau ada siswa yang ingin memesan ojek online saat pulang, sekolah akan membantu. Lagi pula jadwal masuk dan pulang sekolah sudah jelas sehingga tidak ada kebutuhan mendadak untuk menggunakan HP di sekolah,” jelasnya. (*)




