Napas Panjang Pengabdian Susanti: Merawat Kasih, Menelisik Masa Depan

​Ideajatim.id, MALANG – ​Ia tidak pernah meminta panggung itu.

​Sejak pertama kali melangkahkan kaki di gerbang sekolah pada tahun 1998, ia hanya ingin menjadi guru yang baik. Mengajar Bahasa Indonesia dengan hati.

​Namun, takdir kepemimpinan selalu menemukan jalannya sendiri. Bagi Elisabeth Maria Irma Susanti, S.Pd, panggilan Yayasan Pendidikan Kolese Santo Yusup adalah mandat suci. Haram untuk ditolak.

​Kini, perempuan murah senyum itu resmi menahkodai SMPK Kolese Santo Yusup (Kosayu) 2 Malang. Jalan Simpang Borobudur Kota Malang. Meneruskan tugas pengabdian Theofilda Wulan Dwiningsih, S.Pd, kepala sekolah sebelumnya.

Langkahnya mantap. Tatapannya jernih memandang masa depan sekolah untuk periode kepemimpinan 2026–2029.

​”Jiwa saya sudah melekat jiwa pelayanan. Apa pun tugas yang diberikan, saya lakukan,” ujarnya lirih, namun sarat ketegasan. Kesetiaan selama 28 tahun telah membentuk loyalitas baja dalam dirinya.

​Warisan Prestasi yang Harus Dijaga

​Susan, panggilan akrabnya, sadar betul. Ia mewarisi tongkat estafet bernilai tinggi. Di bawah kepemimpinan pendahulunya, SMPK Kosayu 2 tumbuh subur. Keseimbangan akademis dan non-akademis berjalan harmonis.

Baca Juga:  SMPK Kosayu 2 Gelar Hangout & Learn, Bahas Pentingnya Guru Miliki Kompetensi Komunikasi Dialogis

​Prestasinya bukan sekadar angka di atas kertas.

​Tiga Besar Kota Malang: Pada Tes Kemampuan Akademis (TKA) kelas 9 terbaru, sekolah ini melesat ke peringkat tiga besar. Nilai rata-rata Bahasa Indonesia dan Matematika siswa sekolah ini sukses melampaui standar kota, provinsi, hingga nasional.

​Tradisi Emas Sains: Dua siswa terbaik mereka, Leon (kelas 8) dan Jeho (kelas 9), kini tengah digembleng ketat. Mereka bersiap melaju ke Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat provinsi bidang Matematika.

​Bagi Susan, ini adalah berkat sekaligus tantangan besar.

​Visi Nyata: Menepis Perundungan, Melahirkan Penulis

​Ditanya soal rencana satu tahun ke depan, Susan tidak muluk-muluk bicara soal infrastruktur mewah. Target utamanya menyentuh hal paling fundamental: kemanusiaan dan karakter.

SMPK ​Kosayu 2 adalah rumah bagi anak-anak dari seluruh penjuru Nusantara. Keberagaman budaya dan daerah di sekolah ini sangat tinggi. Di mata Susan, perbedaan ini adalah kekuatan, sekaligus kerentanan jika tidak dijaga.

​”Target utama saya adalah menguatkan semangat persatuan. Kita harus menepis jauh-jauh tindakan bullying (perundungan),” tegasnya.

Baca Juga:  Menyalakan Api Kosayu di SMPK Santo Yusup 2

​Langkah konkret berikutnya adalah merevolusi budaya literasi harian. Susan tidak ingin aktivitas membaca setiap pagi sebelum jam pelajaran hanya menjadi rutinitas kosong.

​”Berliterasi saja tidak cukup. Saya ingin anak-anak di sini menjadi penulis. Mereka harus belajar berpikir kritis, menuangkan gagasan secara tertulis, lalu kita dokumentasikan menjadi portofolio kelulusan mereka,” tambahnya dengan mata berbinar.

​Seruan untuk Rekan Sejawat: Menjadi Pembelajar

​Di akhir perbincangan, Susan menitipkan pesan hangat bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan (tendik) di Kosayu 2. Ia menginginkan ekosistem sekolah yang menolak untuk berhenti bertumbuh.

​”Jika kita mendidik anak-anak sebagai sosok terpelajar, maka guru dan tendik juga harus mau menjadi sosok pembelajar. Kita tidak boleh cepat puas,” pungkasnya.

​Tiga tahun ke depan mungkin akan penuh tantangan. Namun di tangan dingin Bu Susan, SMPK Kosayu 2 Malang tampaknya sedang bersiap menulis babak baru yang penuh warna—babak di mana kasih dirawat, keberagaman dirayakan, dan prestasi dilahirkan lewat ketekunan membaca dunia. (*)

Berita Terkini

Wali Kota Batu Semangati Siswa Baru Jalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di MI Baiturrohmah

IDEA JATIM, BATU – Wali Kota Batu, Nurochman, meninjau...

Sambut Tahun Ajaran Baru, MATAMUDA MIN 1 Kota Malang Suguhkan Edukasi Penuh Cinta

Ideajatim.id, MALANG – Tawa ceria anak-anak memecah keheningan di...

Sambut Siswa Baru, MIN 1 Kota Malang Gelar MATAMUDA Berbasis Kurikulum “Panca Cinta”

Ideajatim.id, MALANG - ​Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, lingkungan...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img