PPK Ormawa SIRKULATEL Umsida Bangun Mindset Kewirausahaan Warga Kejapanan

Tim PPK Ormawa SIRKULATEL (Sistem Hilirisasi Terintegrasi Telur Ayam Berbasis Ekonomi Sirkular) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Mindset Kewirausahaan dan Pemetaan Potensi Usaha Desa di Balai Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, pada Senin (13/7/2026). 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat Kejapanan untuk membangun pola pikir kewirausahaan sekaligus menggali potensi lokal desa sebagai dasar pengembangan usaha yang berkelanjutan.

Pelatihan Dorong Lahirnya Usaha Baru

Acara diawali dengan sambutan dari Randi Saputra selaku Kepala Desa Kejapanan.

Ia mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Desa dengan Tim PPK Ormawa Umsida dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. 

“Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan semangat masyarakat dalam berwirausaha dan melahirkan usaha-usaha baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya

Sebelum memasuki penyampaian materi, seluruh peserta yang terdiri dari Ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur mengetahui seberapa paham mereka tentang kewirausahaan sebelum dan sesudah pelatihan.

Materi utama disampaikan oleh Dr Wiwik Sulistiyowati ST MT, dosen Teknik Industri Umsida.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa membangun desa yang mandiri harus diawali dengan perubahan pola pikir masyarakat agar tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi mampu menjadi pelaku dalam menggerakkan perekonomian desa.

“Yang paling penting dalam berwirausaha bukan hanya memiliki produk, tetapi juga memiliki mental yang kuat, keberanian menerima masukan, serta kemauan untuk terus belajar dan berinovasi,” jelasnya.

Pemetaan Potensi Usaha Desa Kejapanan

Selain membahas pentingnya mindset kewirausahaan, Dr Wiwik juga mengajak peserta memetakan potensi yang dimiliki Desa Kejapanan. 

Berbagai potensi lokal, seperti peternakan ayam petelur, produk olahan pangan, kerajinan, hingga limbah hasil peternakan dibahas sebagai peluang yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi melalui inovasi dan kolaborasi masyarakat.

Dalam sesi tersebut, peserta juga dikenalkan pada konsep pemetaan potensi desa secara partisipatif, mulai dari identifikasi sumber daya alam, sumber daya manusia, hingga penyusunan model bisnis berbasis potensi lokal. 

“Setiap desa memiliki potensi yang berbeda. Yang terpenting adalah bagaimana potensi tersebut dikenali, dikembangkan, dan dikelola bersama agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. 

Para peserta turut berbagi pengalaman mengenai usaha yang telah dijalankan, mulai dari usaha kuliner, ecoprint, hingga produk olahan pangan. 

Salah satu peserta, Wahyu Widiati mengaku memperoleh banyak wawasan baru mengenai pentingnya membangun pola pikir seorang wirausaha serta cara melihat potensi yang ada di lingkungan sekitar sebagai peluang usaha.

“Saya jadi lebih memahami bahwa memulai usaha tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga mental, kreativitas, dan kemampuan melihat peluang yang ada di desa. Materi ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan usaha kami ke depan,” ungkapnya.(*)

Berita Terkini

spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img