Rahasia di Balik Lompatan Global Universitas Negeri Malang

IDEA JATIM, ​MALANG – Di koridor-koridor akademik yang sering kali terjebak dalam formalitas, Universitas Negeri Malang (UM) justru memilih jalan yang berbeda: mereka memilih untuk terus “bertanya”. Hasilnya bukan sekadar deretan piagam, melainkan sebuah transformasi besar yang membawa kampus ini bertengger di puncak prestise dunia.

​Prestasi terbaru UM di kancah internasional bukanlah sebuah kebetulan. Dari pengakuan AD Scientific Index yang menempatkan UM di posisi pertama bidang pendidikan secara nasional, hingga kepemimpinan di sektor multimedia dan kewirausahaan versi EduRank, semua ini adalah buah dari sebuah keberanian intelektual. Namun, bagi Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., angka-angka pemeringkatan itu hanyalah efek samping. Inti dari perjuangan ini adalah sebuah revolusi mental di dalam kampus.

​”Tantangan terbesar kita justru adalah rasa nyaman dan kemapanan,” tegas Prof. Hariyono. Kalimat ini menjadi jangkar baru bagi sivitas akademika UM. Di bawah kepemimpinannya, UM sedang menghancurkan dinding-dinding “menara gading” yang sering membuat akademisi merasa cukup dengan gelar. Kini, mesin penggerak ilmu pengetahuan di UM adalah dialog dan budaya kritis—sebuah keberanian untuk mempertanyakan status quo demi menemukan inovasi yang relevan bagi zaman.

Baca Juga:  Beda dengan COVID-19, Pakar Kedokteran UM Minta Masyarakat Tak Panik Hadapi Isu Hantavirus

​Transformasi ini diperkuat dengan penerapan meritokrasi terbuka. Di UM, kesempatan tidak lagi datang berdasarkan senioritas semata, melainkan melalui kompetensi dan kontribusi nyata. Budaya ini menciptakan ekosistem yang sehat, di mana setiap dosen, staf, dan mahasiswa merasa memiliki ruang yang sama untuk melompat lebih tinggi. Wakil Rektor IV UM, Prof. Ahmad Munjin Nasih, menyebut ini sebagai “kolaborasi tanpa sekat”. Prestasi global yang diraih saat ini adalah hasil dari orkestrasi ribuan talenta yang bergerak dalam frekuensi yang sama.

​Keberhasilan UM menguasai bidang multimedia dan kewirausahaan di level internasional juga mengirimkan pesan kuat: bahwa kampus pendidikan tidak boleh kaku. UM kini menjadi rumah bagi para kreator dan inovator yang siap menjawab tantangan ekonomi digital global.

​Dengan semangat pembelajaran sepanjang hayat, UM tidak lagi sekadar menjadi tempat belajar, melainkan laboratorium besar transformasi bangsa. Melalui budaya kritis yang dijaga dan meritokrasi yang jujur, UM sedang membuktikan bahwa untuk menjadi mendunia, sebuah institusi harus berani “gelisah” terhadap kemapanan dan terus memelihara rasa ingin tahu sebagai kompas masa depan. (*)

Baca Juga:  Siapkan Lulusan Go International, SPs UM Jalin Kerja Sama Strategis dengan TUTE China

Berita Terkini

Kota Batu Tancap Gas di O2SN Jatim, Sabet Medali di Cabor Renang Hari Pertama

IDEA JATIM, SURABAYA – Kontingen Olimpiade Olahraga Siswa Nasional...

Lupa Cabut Kunci Motor, Maling di Beji Batu Kepergok Warga dan Nyaris Diamuk Massa

IDEA JATIM, ​BATU – Apes benar nasib EW, warga...

Polres Batu Ringkus Dua Penadah Motor Curi, Satu Pelaku Utama Masih Buron

IDEA JATIM, ​BATU – Tim Unit Reaksi Cepat (URC)...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img