Tingkatkan Budaya K3 Laboratorium, Universitas Negeri Malang Gelar Pelatihan Analisis Risiko

IDEA JATIM, ​MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) terus berkomitmen menciptakan lingkungan kerja dan penelitian yang aman. Melalui Direktorat Sumber Daya Manusia (SDM), UM menggelar Pelatihan Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi para tenaga laboratorium dan tenaga kesehatan di Aula Lantai 9 Graha Rektorat UM, Selasa (28/7).

​Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam mengidentifikasi potensi bahaya, menganalisis tingkat risiko, hingga menerapkan langkah pengendalian yang tepat. Langkah strategis ini juga menjadi wujud nyata komitmen UM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

​Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Subdirektorat SDM UM, Kristina Hestiningsih, S.AP. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menginternalisasi prinsip K3 dalam setiap aktivitas kerja.

​“Mari kita jadikan keselamatan sebagai budaya kerja, bukan sekadar kewajiban, sehingga laboratorium UM menjadi tempat yang aman, unggul, dan mendukung lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Kristina.

​Sebelum masuk ke materi inti, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengukur pemahaman awal terkait bahaya dan risiko laboratorium.

Baca Juga:  Perempuan Kini Jadi Motor Penggerak Industri Nasional

​Sesi materi diawali oleh Anita Sulistyorini, S.Kep., Ns., M.Kes., yang memaparkan topik Identifikasi dan Pengukuran Faktor Bahaya. Anita menggarisbawahi bahwa bahaya (hazard) bisa bersumber dari bahan kimia, peralatan, aktivitas, maupun kondisi lingkungan kerja.

​“Bahaya itu ada di mana-mana. Oleh karena itu, kita harus mampu mengenali potensi bahaya agar risiko kecelakaan kerja dapat dicegah sejak awal,” ujar Anita di hadapan para peserta.

​Materi berlanjut ke tahap yang lebih teknis bersama dr. Erianto Fanani, S.Ked., M.KKK., yang membawakan topik Analisis Risiko K3 di Laboratorium. Pada sesi ini, peserta diajak membedah tahapan penilaian risiko hingga menentukan strategi pengendalian yang efektif. Pelatihan berlangsung interaktif karena peserta langsung mensimulasikan analisis risiko melalui berbagai studi kasus nyata di laboratorium.

​Melalui peningkatan kapasitas SDM ini, UM berharap seluruh kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dapat berjalan dengan standar keselamatan tertinggi, efisien, serta menghasilkan inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat. (*)

Berita Terkini

Menuju KaTa Kreatif Ke-87, Kota Batu Unjuk Kekuatan Ekosistem Gastronomi Hulu-Hilir

IDEA JATOM, BATU – Kota Batu menyatakan kesiapannya untuk...

Cetak Guru Adaptif Digital, UMM Pengagahan 1.552 Lulusan PPG

IDEA JATIM, MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi...

Cetak 1.036 Insinyur, Fakultas Teknik UB Sumpah 69 Lulusan Baru PSPPI

IDEA JATIM, ​MALANG – Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img