Profesor UB Kenalkan Teknologi AI Prediksi Lokasi Ikan, Bantu Nelayan Hadapi Dampak Perubahan Iklim

IDEAJATIM, MALANG – Perubahan iklim yang memengaruhi pola migrasi ikan mendorong lahirnya inovasi teknologi di bidang kelautan. Prof. Ir. Bambang Semedi, M.Sc., Ph.D., memperkenalkan MARINESCAPE, sistem berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mampu memprediksi zona potensi penangkapan ikan secara lebih akurat dan adaptif.

Inovasi tersebut dipaparkan dalam orasi ilmiah bertajuk “MARINESCAPE: Integrasi Penginderaan Jauh dan Machine Learning untuk Prediksi ZPPI di Era Perubahan Iklim” saat dirinya dikukuhkan sebagai Profesor Bidang Ilmu Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya.

Prof. Bambang menjadi profesor ke-28 di FPIK sekaligus profesor ke-256 di Universitas Brawijaya. Dalam orasinya, ia menyoroti dampak pemanasan global yang menyebabkan perubahan suhu permukaan laut dan arus laut sehingga jalur migrasi ikan pelagis, seperti cakalang, menjadi sulit diprediksi.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat cara tradisional yang selama ini mengandalkan pengalaman dan kearifan lokal nelayan tidak lagi cukup efektif. Akibatnya, nelayan harus menghabiskan lebih banyak waktu dan bahan bakar untuk mencari lokasi penangkapan ikan.

Baca Juga:  Aplikasi Mind Matrix UB: Solusi Digital Pantau Kesehatan Mental Pekerja Berbasis AI

“Zona penangkapan ikan yang selama ini dipandu pengalaman empiris kini semakin sulit diprediksi. Dampaknya, biaya operasional meningkat dan risiko kerugian ekonomi bagi nelayan juga semakin besar,” ujarnya.

Melalui MARINESCAPE (Marine Intelligence System for Spatio-temporal Catch Prediction), data penginderaan jauh dari satelit seperti suhu permukaan laut, konsentrasi klorofil-a, dan front laut diolah menggunakan teknologi machine learning dan deep learning. Sistem ini mampu mengenali pola spasio-temporal yang kompleks sehingga dapat memberikan prediksi lokasi ikan dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi.

Berbagai penelitian menunjukkan pendekatan tersebut mampu mencapai akurasi prediksi hingga 82,6 persen. Teknologi ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi operasional nelayan, menghemat konsumsi bahan bakar, sekaligus mengurangi tangkapan sampingan (bycatch) yang tidak diinginkan.

Tak hanya itu, Prof. Bambang juga menggagas pembentukan UB-MARINESCAPE sebagai pusat riset dan diseminasi informasi kelautan di Universitas Brawijaya. Platform ini diharapkan menjadi penghubung antara akademisi, nelayan, pengelola perikanan, hingga pemerintah dalam mendukung pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.

“MARINESCAPE bukan untuk menggantikan manusia, tetapi menjadi sistem pendukung keputusan yang membantu nelayan beralih dari pola kerja reaktif menjadi lebih antisipatif demi menjaga ketahanan pangan kelautan di masa depan,” pungkasnya. (*)

Baca Juga:  UB Siapkan Benteng Mental Mahasiswa

Berita Terkini

Kemenag Apresiasi Dua Siswa MAN 2 Kota Malang yang Raih Medali Olimpiade Internasional di Eropa dan Asia Tengah

Ideajatim.id, ​MALANG – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang memberikan...

Puncak Kemarau 2026 Mengintai, BPBD Kota Batu Siapkan Tiga Jurus Andalan

IDEA JATIM, BATU — Langit cerah memang menyegarkan, namun...

Papan Kerukunan & Pohon Persahabatan: Jurus Kreatif MIN 1 Kota Malang Kikis Bullying

Ideajatim.id, ​MALANG – Hari pertama masuk madrasah di MIN...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img