Ideajatim.id, BLITAR — Membawa suasana belajar yang seru dan interaktif tak selalu butuh fasilitas mahal. Semangat inilah yang dibawa dalam kegiatan pengabdian masyarakat Universitas Brawijaya (UB) saat menggelar pelatihan Active Learning bagi para guru di SDN Kalipucung 3, Kabupaten Blitar, Sabtu (18/7/2026).
Melalui agenda bertajuk “Pengenalan Active Learning pada Guru SD untuk Merancang Pembelajaran Aktif dan Menyenangkan dalam Mendukung Pendidikan Berkualitas”, para pendidik diajak merombak gaya mengajar konvensional menjadi lebih hidup dan berpusat pada siswa.
Hadir sebagai pemateri, Mushoffan Prasetianto, S.Pd., M.Pd., dosen Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya. Di hadapan para guru dari berbagai jenjang kelas, Mushoffan menekankan bahwa siswa harus ditempatkan sebagai subjek aktif, bukan sekadar penerima informasi pasif.
”Pembelajaran aktif tidak selalu membutuhkan fasilitas yang mahal atau rumit. Yang terpenting adalah bagaimana guru merancang aktivitas yang membuat siswa berpikir, berbicara, dan bekerja sama,” tegas Mushoffan.

Tidak hanya menyimak teori, para guru SDN Kalipucung 3 juga langsung terjun dalam simulasi dan latihan merancang modul pembelajaran. Mushoffan mengenalkan pelbagai teknik praktis yang siap pakai, mulai dari:
Pembelajaran Berbasis Diskusi Kelompok: Melatih siswa berani berargumen.
Strategi Refleksi Sederhana: Menutup pelajaran dengan pemahaman mendalam.
Aktivitas Kolaboratif: Mengasah kemampuan kerja sama tim sejak dini.
Suasana pelatihan berlangsung dinamis. Antusiasme peserta membuncah saat sesi diskusi interaktif, khususnya ketika membedah strategi penerapan metode ini untuk tiap tingkat kelas.
Kepala SDN Kalipucung 3 menyambut hangat pelatihan ini dan menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif UB.
”Pelatihan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas metode mengajar para guru,” ujarnya. Ia optimistis ilmu yang didapat bisa langsung diterapkan pada tahun ajaran baru demi mendongkrak motivasi belajar para murid.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Brawijaya dalam mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kapasitas dan kualitas tenaga pendidik di akar rumput. (*)




