Pascasarjana Unisma Gandeng UiTM Malaysia untuk Riset dan Penguji Internasional

IDEA JATIM, ​MALANG – Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) terus memacu langkah menuju World Class University. Melalui Focus Group Discussion (FGD) strategis bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Unisma sepakat meningkatkan level kolaborasi dari sekadar seremonial menjadi kerja sama akademik yang konkret, termasuk pertukaran penguji disertasi internasional.

​Dalam pertemuan yang berlangsung di Lantai 3 Gedung Pascasarjana Unisma tersebut, Direktur Pascasarjana Unisma, Prof. H. M. Mas’ud Said, MM., Ph.D, menekankan pentingnya sinergi global. Mengutip pepatah populer, ia menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci untuk melangkah lebih jauh di era pendidikan modern.

​”Jika ingin berjalan cepat, jalanlah sendiri. Namun, jika ingin berjalan jauh, jalanlah bersama-sama. Kerja sama saat ini bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan,” tegas Prof. Mas’ud di hadapan delegasi UiTM dan civitas akademika Unisma.

​Salah satu poin utama dalam kesepakatan ini adalah pelibatan doktor dan profesor dari UiTM Malaysia sebagai penguji eksternal untuk tesis dan disertasi di Unisma. Langkah ini diambil untuk memberikan pengakuan internasional yang lebih kuat bagi para lulusan.

Baca Juga:  Jaga Amanah Pendiri, UNISMA Perkuat Tekad Menuju Kampus Kelas Dunia

​Prof. Mas’ud menginstruksikan para Ketua Program Studi (Kaprodi) di lingkungan Pascasarjana untuk segera mengeksekusi rencana ini. “Kita ingin tanda tangan ijazah lulusan kita punya bobot internasional. Dari tujuh penguji doktor, satu harus dari Malaysia. Begitu juga program magister,” jelasnya.

​Selain penguji internasional, kolaborasi ini juga mencakup penerjemahan buku-karya akademisi Unisma ke dalam bahasa Inggris dan Arab. Karya-karya tersebut nantinya akan digunakan sebagai materi ajar di UiTM melalui Institute of Contemporary Islamic Studies.

​Di sisi lain, Unisma juga menantang mahasiswanya untuk melakukan residensi selama dua minggu hingga satu bulan di Malaysia. Sebagai bentuk timbal balik, Prof. Mas’ud menawarkan fasilitas asrama gratis bagi 10 mahasiswa UiTM yang ingin melakukan studi banding di Malang.

​”Pertanyaannya, biayanya dari mana? Dari Allah SWT,” ucapnya seloroh yang disambut tawa hangat hadirin, menyiratkan optimisme bahwa niat baik untuk pengembangan ilmu akan selalu menemukan jalan.

​Acara FGD ini dihadiri oleh pimpinan dari 11 program studi Pascasarjana Unisma, mulai dari prodi Peternakan, Studi Islam, Administrasi Publik, hingga Manajemen. Hadir pula Dean of Academy of Contemporary Islamic Studies UiTM, Prof. Dr. S. Salahudin bin Suyurno, sementara jalannya diskusi dipandu oleh Dr. Dian Mohammad Hakim, M.PdI.

Baca Juga:  UNISMA Lebarkan Sayap Internasional di Inggris, Gandeng Al Kauthar Academy dan PCINU UK

​Langkah strategis ini diharapkan semakin memperkokoh posisi Unisma sebagai lembaga pendidikan tinggi yang unggul di kancah global, dengan tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman yang moderat dan solutif. (*)

Berita Terkini

Mini Art Malang #7 Hadirkan 220 Seniman, “AKAR” Jadi Ruang Menelusuri Identitas dan Asal-usul Budaya

IDEA JATIM, MALANG – Sebanyak 220 seniman dari berbagai...

Bakar Semangat Kader Muda, H. Sugeng: Ber-NU Itu Jalur Resmi Ikut Berjuang Bersama Ulama

Ideajatim.id, MALANG – Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan...

HM. Yahya Sugeng Winarto, Hari Ini Bekali Kader Muda IPNU Sukun Materi Ke-NU-an di Ajang Makesta

Ideajatim.id, ​MALANG – Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Kota...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img