Terapi Fitokonstituen Herbal Jadi Harapan Baru Atasi Komplikasi Diabetes Melitus

IDEA JATIM, ​MALANG – Masalah utama yang menantang dalam penatalaksanaan Diabetes Mellitus (DM) adalah pencegahan komplikasi multiorgan yang menjadi penyebab utama kematian. Menjawab tantangan tersebut, Prof. Dr. apt. Yudi Purnomo, M.Kes., pakar Biomedik Farmasi dari Universitas Islam Malang, memaparkan potensi fitokonstituen anti-inflamasi sebagai strategi terapi masa depan dalam orasi ilmiah pengukuhan Guru Besarnya, Sabtu (9/5/2026).

​Dalam naskahnya yang berjudul “Fitokonstituen anti-inflamasi untuk pengobatan Diabetes Mellitus dan komplikasinya”, Prof. Yudi menjelaskan bahwa perkembangan DM dan komplikasinya ditandai oleh inflamasi metabolik, yakni peradangan sistemik kronis tingkat rendah. Kondisi ini memicu resistensi insulin dan kerusakan sel beta pankreas.

​”Jalur inflamasi merupakan salah satu jalur yang perlu dikendalikan untuk memperbaiki kondisi DM dan komplikasinya dengan menggunakan fitokonstituen anti-inflamasi,” ungkap Prof. Yudi dalam pemaparannya. Ia menambahkan bahwa pengendalian inflamasi ini diharapkan mampu menstabilkan kadar glukosa darah sekaligus mencegah kerusakan organ lebih lanjut seperti ginjal, mata, dan saraf.

​Kebutuhan akan terapi baru ini didasari oleh efek samping penggunaan Oral Anti Diabetes (OAD) jangka panjang yang sering kali tidak diinginkan oleh pasien. Prof. Yudi menekankan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia, memiliki potensi luar biasa sebagai sumber bahan baku obat alami.

Baca Juga:  Kesempatan Emas! Daftar Kuliah di Unisma saat Mujahadah Kubro: Gratis Biaya Masuk & Diskon UKT

Dari sekitar 40.000 spesies tanaman yang ada, baru 10% yang telah dieksplorasi secara maksimal.
​Salah satu fokus riset Prof. Yudi adalah tanaman Pulutan (Urena lobata). Berdasarkan penelitiannya, fitokonstituen dalam tanaman ini, seperti kelompok alkaloid dan polifenol flavonoid, menunjukkan potensi terapeutik yang menjanjikan.

Senyawa-senyawa ini bekerja dengan mekanisme multi-target, termasuk menghambat sitokin pro-inflamasi dan memperbaiki sensitivitas insulin.
​”Penggunaan senyawa anti-inflamasi dari herbal merupakan strategi dan pilihan untuk pengobatan DM dan komplikasinya,” jelasnya. Secara spesifik, ia menyoroti senyawa gossypin dan gossypetin yang ditemukan dalam fraksi Pulutan sebagai kandidat kuat anti-inflamasi metabolik.

​Ke depan, Prof. Yudi merencanakan pengembangan lebih lanjut melalui isolasi fitokonstituen dan modifikasi struktur kimia untuk meningkatkan potensi terapi serta meminimalkan efek samping. Langkah ini diharapkan berujung pada formulasi sediaan oral yang aman bagi masyarakat.

​”Harapan saya, riset ini dapat memberikan manfaat luas dan menjadi bagian dari upaya kolektif dalam meningkatkan wawasan pengelolaan DM bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan masyarakat,” pungkasnya di akhir orasi. Pencapaian ini tidak hanya menjadi tonggak akademik bagi sang profesor, tetapi juga membuka peluang besar bagi kemandirian bahan baku obat berbasis kekayaan alam Indonesia. (*)

Baca Juga:  Gelar Forum Internasional 2026, UNISMA Buka Jalur Ekspor Rintisan Kampus NU ke Eropa

Berita Terkini

Cetak Sejarah Dunia!; Peringati 17 Agustus, Kota Batu Gelar Kolaborasi Olahraga Biliar dan Domino

IDEA JATIM, BATU – Sebuah terobosan bersejarah yang baru...

Karnaval Gebyar PAUD 2026; Cara Isi HUT ke-81 RI Lembaga PAUD se-Kota Batu

IDEA JATIM, BATU - Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu,...

SMA Walisongo Gempol Semarakkan Hari Pramuka ke-65

IDEAJATIM.ID, PASURUAN – SMA Walisongo Gempol menggelar peringatan Hari...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img