IDEA JATIM, KEDIRI – Ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) dan listrik PLN kerap menjadi beban berat bagi petani padi, terutama saat musim kemarau melanda. Menjawab tantangan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi submersible pump (pompa celup) berbasis solar cell bagi Kelompok Tani Bringin Sahaja Tani di Desa Wonosari, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.
Sistem irigasi bertenaga surya ini memanfaatkan empat unit panel surya berkapasitas total 1.500 Wp untuk mengoperasikan pompa submersible 2 HP. Dipasang pada kedalaman 12 meter, instalasi ini mampu menghasilkan debit air hingga 14,5 m³ per jam dan menjangkau pengairan lahan seluas 0,8 hingga 1,0 hektare.
Ketua Tim Pelaksana Pengabdian UM, Prof. Dr. Marji, M.Kes., menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang untuk menyelesaikan masalah pasokan air yang kerap memicu cekaman air pada tanaman padi saat kemarau.
"Selama ini petani terbebankan biaya operasional pengairan yang tinggi karena bergantung pada BBM dan listrik konvensional. Dengan mengalihkan sumber energi ke sinar matahari, kami ingin menghadirkan solusi irigasi yang lebih ramah lingkungan, efisien secara biaya, sekaligus menjaga kontinuitas pengairan tanaman," ujar Prof. Marji.