Inovasi TTG UM: Dorong UMKM Desa Wonosari Naik Kelas Lewat Alat Pemotong Keripik Modern

IDEA JATIM, ​MALANG – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Negeri Malang (UM) menerjunkan teknologi tepat guna (TTG) berupa alat pemotong keripik modern untuk memberdayakan pelaku UMKM di Desa Wonosari, Kabupaten Malang, Minggu (19/7).

Langkah ini diambil untuk mendongkrak produktivitas, efisiensi produksi, serta nilai jual produk olahan umbi-umbian lokal agar lebih berdaya saing di pasar yang lebih luas.
​Program pendanaan UM Tahun Anggaran 2026 ini berfokus pada penyelesaian masalah riil di lapangan.

Sebelum alat diserahkan, tim PkM UM telah melakukan observasi mendalam dan berdiskusi langsung dengan Pemerintah Desa Wonosari serta para pelaku usaha setempat. Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, solusi yang ditawarkan dipastikan tepat sasaran dan sesuai dengan potensi komoditas desa.

​Dalam kesempatan itu, Ketua Tim PkM UM, Prof. Dr. Agung Winarno, M.M., menyerahkan secara langsung satu unit alat pemotong keripik umbi kepada pihak desa untuk dimanfaatkan oleh kelompok usaha bersama. Alat ini dirancang untuk mempercepat proses produksi, menghasilkan irisan yang jauh lebih seragam, serta memangkas penggunaan tenaga kerja manual.

Baca Juga:  Lima Mahasiswa UM Raih Kesempatan Studi Ke Taiwan

​“Teknologi tepat guna bukan sekadar bantuan alat, tetapi menjadi sarana agar pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas produksi dengan biaya dan tenaga yang lebih efisien,” tegas Prof. Dr. Agung Winarno, M.M. saat menyerahkan bantuan tersebut.

​Sebanyak 10 peserta dari lima UMKM lokal antusias mengikuti serangkaian pelatihan pengolahan dan diversifikasi produk berbahan dasar kentang, talas, serta singkong. Tak hanya diajarkan cara mengoperasikan mesin, mereka juga dibekali materi standarisasi pangan oleh praktisi UKM Sidod Sumaryono, serta ilmu manajemen bisnis dari dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UM, Marvin Imanuel Lotulung, S.E., M.M., C.H.R.M.

​Kehadiran program pendampingan dan inovasi teknologi ini disambut hangat oleh pihak pemerintah desa setempat. Sekretaris Desa Wonosari, Dina, mengungkapkan apresiasinya atas keterlibatan kampus dalam memajukan ekonomi warga. Menurutnya, materi praktis seperti strategi branding sangat berharga untuk pengembangan usaha desa.

​“Kegiatan ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat, terutama dalam meningkatkan kapasitas usaha berbasis potensi lokal. Masukan mengenai strategi branding produk olahan umbi sangat bermanfaat dan akan terus kami terapkan pada usaha yang dikelola BUMDes,” tutur Dina.

Baca Juga:  UM Tembus Peringkat Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026, Unggul di Sektor Ekonomi dan Pendidikan

​Dampak dari program ini pun dirancang untuk memberikan multiplier effect jangka panjang. Anggota Tim PkM UM, Dr. Desti Nur Aini, S.S., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini secara nyata mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 8 (Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Inovasi dan Teknologi), SDG 12 (Produksi Bertanggung Jawab), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

​“Pendampingan yang dilakukan tidak berhenti pada pemberian teknologi, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir kewirausahaan agar pelaku UMKM mampu mengembangkan usahanya secara mandiri, adaptif, dan berkelanjutan,” jelas Dr. Desti Nur Aini, S.S., M.Pd.

​Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan praktisi industri ini, komoditas umbi-umbian di Desa Wonosari tidak lagi sekadar dijual sebagai bahan mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi yang siap mendongkrak kesejahteraan warga lokal. (*)

Berita Terkini

Tim Abdimas Umsida Kenalkan Coding Unplugged kepada Guru PAUD Aisyiyah

Ideajatim.id, Sidoarjo - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah...

SDN Blimbing 5 Malang Kekurangan 10 Siswa Baru, Persaingan dan Akses Jadi Kendala

Ideajatim.id, Malang – Sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img