IDEA JATIM, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) resmi menggandeng Gritfitness Apartemen Begawan Kota Malang dalam upaya merespons melesatnya tren gaya hidup sehat masyarakat perkotaan. Kemitraan strategis yang difasilitasi oleh Pusat Sumber Daya Wilayah (PSDW) ini melibatkan mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UM melalui Program Belajar Bersama Masyarakat (BBM) yang berlangsung sejak 12 Juni hingga 28 Juli 2026.
Di bawah bimbingan Dosen Pendamping Lapangan, Drs. Taufik, S.Pd., M.Pd., para mahasiswa diterjunkan langsung untuk mengasah kompetensi profesional sekaligus memberikan dampak sosial bagi masyarakat Malang.
Puncak sinergi ini ditandai dengan digelarnya program utama bertajuk Special Active Kids di Atrium Plaza Begawan. Kegiatan yang dirancang khusus untuk anak usia dini ini menggabungkan latihan motorik dasar dan permainan edukatif lewat konsep 20 pos rintangan yang tersebar di empat lintasan berbeda. Sebanyak 18 anak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari pemanasan, lari ringan, eksekusi rintangan, hingga pendinginan.
Ketua Tim UM BBM Gritfitness, M. Nabil Raditya Madani, menegaskan bahwa penanaman habit kebugaran harus dimulai sejak dini agar memberi dampak jangka panjang.
“Kami berharap Special Active Kids dapat menjadi wadah bagi anak-anak untuk lebih aktif bergerak, mencintai olahraga sejak dini, serta membangun kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan,” ungkap Nabil di sela-sela kegiatan.
Tak hanya menyasar anak-anak, program UM BBM ini juga menjangkau kelompok masyarakat usia produktif yang menjadikan olahraga sebagai investasi kesehatan jangka panjang. Mahasiswa FIK UM menjalankan dua program pendamping operasional setiap harinya:
Flooring Area Personal Trainer (FAPT): Mahasiswa berperan sebagai asisten pelatih yang membantu instruktur Gritfitness mendampingi anggota gym, melakukan analisis kebugaran, serta menyusun program latihan yang terukur sesuai fitness goals masing-masing klien.
Assistant Class: Pendampingan intensif pada berbagai kelas latihan populer, seperti gymnastics, body pump, body combat, hingga yoga. Mahasiswa memastikan kelancaran teknis kelas, presisi gerakan peserta, serta kenyamanan alur latihan.
Dosen Pendamping Lapangan, Drs. Taufik, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor ini menjadi jembatan krusial antara teori akademis dan kebutuhan riil industri kebugaran.
”Sinergi ini bukan sekadar pemenuhan tugas perkuliahan, melainkan ruang belajar nyata (experiential learning) bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar mengaplikasikan ilmu keolahragaan secara presisi, tetapi juga mengasah keterampilan komunikasi profesional dengan klien, manajemen kelas, hingga etika kerja di industri kebugaran modern,” jelas Taufik.
Langkah kolaboratif ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan literasi kesehatan masyarakat, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) lewat penyediaan platform pembelajaran berbasis praktik kerja nyata. (*)




