Gandeng ITN Malang, Pemkab Raja Ampat Siapkan PLTS untuk Terangi Pulau Terpencil

Ideajatim.id, ​MALANG – Solusi krisis listrik di pulau-pulau terpencil Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, mulai menemukan titik terang melalui adopsi teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) milik Kampus Biru, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Teknologi ramah lingkungan ini dihadirkan untuk menjawab kerinduan masyarakat kepulauan akan hadirnya aliran listrik yang mandiri dan berkelanjutan.

​Langkah konkret tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) oleh Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, S.IP., M.M., M.Ec.Dev., bersama Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., di Kampus 2 ITN Malang, Rabu (08/06/2026).

Penandatanganan ini juga ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara LPKU ITN Malang dan BP4D/Bappelitbangda Raja Ampat untuk memulai proyek strategis pada tahun 2026.

​Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, mengungkapkan bahwa di balik keindahan alam daerahnya yang tersohor hingga mancanegara, tantangan sosial-ekonomi seperti pemerataan listrik, stunting, dan kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah besar.

​”Kami datang untuk kerja sama ke depan, banyak hal yang nanti kami sangat butuhkan. Ini baru awal. Raja Ampat merupakan salah satu destinasi pariwisata, bagaimana wilayah ini kita kemas untuk mendukung nama besarnya. Jangan sampai Raja Ampat tinggal kenangan. Maka mulai sekarang kami rancang dengan ITN untuk pengembangannya,” kata Orideko.

Baca Juga:  Rektor ITN Malang Dorong Lulusan Jadi Trendsetter di Era Transformasi Digital

​Orideko juga menegaskan bahwa masalah listrik di kawasan pulau terpencil menjadi perhatian utamanya dalam kerja sama ini. “Masyarakat kami yang belum terjangkau listrik pengen punya listrik. Ke depan bisa kita rancang satu atau dua kampung dulu untuk mengobati kerinduan masyarakat ini,” tambahnya.

​Merespons kebutuhan tersebut, Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, menegaskan kesiapan ITN Malang menerjunkan berbagai disiplin ilmu, termasuk membawa inovasi PLTS yang telah terbukti sukses diterapkan secara mandiri di Kampus 2 ITN Malang.

​”Harapannya kemandirian energi ini menjadi proyek dan referensi yang bisa diadopsi bagi Raja Ampat untuk ekonomi pariwisata sehingga bisa mandiri energi. Raja Ampat potensinya luar biasa besar, harapan kami ini bisa kita kembangkan bersama untuk masyarakat di sana,” tutur Awan.

​Tak hanya persoalan energi, kerja sama ini juga mencakup penyusunan master plan untuk kawasan Wawiyai di pulau utama Raja Ampat. Kawasan ini diproyeksikan menjadi kota baru berkonsep Integrated Eco Aero-Marine Tourism City dengan pendekatan pariwisata premium yang menjaga kelestarian lingkungan (low density – high value tourism).

Baca Juga:  Malang Edu Fest 2026: ITN Malang Beri Diskon Kuliah 50% bagi Finalis

​Tenaga Ahli ITN Malang dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Dr. Maria Christina Endarwati, ST., MIUEM., menjelaskan bahwa perancangan kawasan Wawiyai dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan tim lintas disiplin, mulai dari PWK, Arsitektur, Teknik Geodesi, hingga Teknik Elektro. Salah satu fokus utamanya adalah menciptakan pusat aktivitas ekonomi baru bagi wisatawan.

​“Selama ini Raja Ampat terkenal dengan destinasi wisata alam yang luar biasa. Namun, mereka butuh pusat aktivitas kuliner, seni, dan budaya di malam hari untuk menghidupkan perekonomian lokal. Selama ini kalau turis datang ke sana hanya diam di resort setelah matahari terbenam. Pak Bupati ingin ada kawasan baru yang terpusat, khususnya untuk menghidupkan wisata di malam hari yang sehat dan ramah keluarga. Kami menawarkan konsep awal dan bupati beserta jajarannya sudah oke,” terang Maria.

​Guna mendukung kemudahan aksesibilitas, master plan Wawiyai ini juga mencakup infrastruktur transportasi terpadu berupa bandara udara yang terhubung langsung dengan terminal pesawat air (seaplane). Fasilitas ini dirancang untuk memotong jalur logistik yang mahal sekaligus mempermudah mobilitas wisatawan antar-pulau.

Baca Juga:  Inovasi PLTS Mahakam Ulu Antarkan Mantan Teknisi Jakarta Jadi Lulusan Terbaik ITN Malang

​Melalui kemitraan strategis ini, dokumen master plan, peta rencana struktur ruang, zonasi, hingga Urban Design Guideline yang dihasilkan ITN Malang diharapkan bisa langsung dieksekusi oleh Pemkab Raja Ampat demi membawa kesejahteraan nyata bagi masyarakat lokal tanpa merusak kelestarian alamnya. (*)

Berita Terkini

Gandeng Kementerian Pariwisata, JTP Group Siap Bikin Kota Batu Makin Merajai Destinasi Liburan

IDEA JATIM, BATU — Nama Kota Batu sebagai 'surga'...

Sambut Event Partilibur Indonesia 2026, BNS Beri Diskon Tiket 50% Sebelum Penutupan Sementara!

IDEA JATIM, BATU – Menyambut gelaran besar Event Partilibur...

Dosen ITN Malang Ciptakan Sistem Irigasi Pintar Berbasis IoT

Ideajatim.id, MALANG – Kendala klasik buka-tutup pintu air irigasi...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img