Ideajatim.id, MALANG – Maraton kode selama 24 jam penuh membuahkan hasil manis bagi tim mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM). Berhadapan dengan kompetitor dari berbagai kampus ternama seperti Universitas Brawijaya, Universitas Jember, PENS, UPN Veteran Jatim, hingga Politeknik Negeri Jakarta, tim UM berhasil memborong dua penghargaan sekaligus dalam ajang Hackathon, yakni Juara III UI/UX Design dan Juara I Best Presentation.
Kemenangan gemilang tersebut diraih berkat inovasi digital bernama Panenin, sebuah aplikasi marketplace yang dirancang untuk memotong rantai distribusi pangan yang panjang dan kerap merugikan petani maupun konsumen. Lewat Panenin, petani cukup memotret hasil panen, menambahkan deskripsi serta harga, lalu mengunggahnya ke dalam sistem.
Di sisi lain, pelaku UMKM dan masyarakat dapat langsung menemukan petani terdekat. Mekanisme ini membuat pembeli memperoleh harga yang lebih kompetitif sekaligus meningkatkan pendapatan petani secara signifikan.
Aplikasi ini juga dibekali sederet fitur canggih pendukung ekosistem pangan, mulai dari one tap sell untuk kemudahan penjualan, fitur percakapan langsung, kontrak tanam berkelanjutan, personalisasi kebutuhan pasar, perbandingan harga antarpetani, hingga rekomendasi produk berbasis lokasi pengguna. Seluruh fitur tersebut berpadu untuk menciptakan perdagangan pangan yang transparan, efisien, dan saling menguntungkan.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa kolaborasi lintas disiplin, semangat belajar, dan pendampingan akademik mampu melahirkan karya yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar trofi kompetisi, Panenin hadir sebagai langkah konkret dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 untuk penguatan sistem pangan, SDG 8 demi pertumbuhan ekonomi petani dan UMKM, SDG 9 melalui inovasi digital, serta SDG 12 untuk menciptakan rantai pasok pangan yang adil dan berkelanjutan. (*)




