ideajatim.id, MALANG – Prestasi internasional kembali diraih dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB). Dosen Program Studi Hubungan Internasional, Henny Rosalinda, berhasil meraih penghargaan Best Presenter pada sesi Data Governance, AI Policy, and Digital Transformation dalam ajang 14th International Conference on Advances in Information Technology (IAIT) 2026 di Thailand.
Penghargaan itu diraih melalui penelitian berjudul SAFE AI: Designing a Gender-Responsive and Child-Safe AI Framework. Riset tersebut menawarkan konsep pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang lebih aman, adil, serta memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak.
Henny menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Paper yang dipresentasikan harus melewati proses seleksi dan peer review internasional, termasuk beberapa kali revisi sebelum akhirnya dinyatakan layak dipresentasikan.
“Masukan dari para reviewer membuat penelitian ini semakin kuat, mulai dari sisi metodologi, kebaruan, hingga kontribusi ilmiahnya,” ujar Henny, Senin (6/7).
Melalui penelitian itu, Henny memperkenalkan kerangka SAFE AI yang mengusung empat prinsip utama, yaitu Safety, Accountability, Fairness, dan Explainability. Menurutnya, pengembangan AI tidak cukup hanya berorientasi pada kecanggihan teknologi, tetapi juga harus memperhatikan etika, kesetaraan gender, dan perlindungan anak.
Konferensi IAIT 2026 diselenggarakan oleh King Mongkut’s University of Technology Thonburi bersama IEEE Computational Intelligence Society. Forum internasional tersebut mempertemukan akademisi dan peneliti dari berbagai negara untuk membahas pengembangan AI yang tepercaya dan aman.
Prestasi ini sekaligus memperkuat kiprah FISIP UB dalam mengembangkan riset yang menghubungkan ilmu sosial dengan teknologi digital.
“AI harus dikembangkan dengan prinsip etika, inklusif, dan mampu melindungi kelompok rentan agar manfaatnya bisa dirasakan oleh semua kalangan,” pungkasnya. (*)




