Ideajatim.id, Malang – Merayakan hari jadinya yang ke-19, Universitas Ma Chung menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-19 yang digelar pada Selasa, 7 Juli 2026, di Balai Pertiwi Ma Chung.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc., menyampaikan laporan tahunan yang memaparkan berbagai capaian strategis sepanjang tahun akademik 2025–2026 serta arah masa depan universitas. Dengan mengusung semboyan “Many Disciplines. One Vision. Real Impact,” Prof. Stefanus Yufra menegaskan bahwa seluruh indikator kemajuan menunjukkan Universitas Ma Chung saat ini berada di jalur transformasi yang tepat.
Salah satu fondasi utama yang menjadi sorotan dalam laporan Rektor adalah investasi berkelanjutan pada kualitas tenaga pendidik. Saat ini, Universitas Ma Chung didukung oleh 82 dosen tetap yang terdiri atas 20 doktor dan 62 magister. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah dosen bergelar doktor terus menunjukkan tren peningkatan yang menjanjikan.
”Semakin banyak dosen kami yang berhasil mencapai jenjang akademik Lektor Kepala. Hal ini memperbesar peluang lahirnya Guru Besar baru di Universitas Ma Chung dalam beberapa tahun mendatang,” ujar Prof. Stefanus Yufra optimis.
Guna mendukung kompetensi mengajar, pihak kampus aktif memfasilitasi studi lanjut, pelatihan profesional, serta kolaborasi dari tingkat lokal hingga internasional. Salah satu langkah konkretnya adalah kembali menggandeng SEAMEO SEAMOLEC dalam pelatihan pembelajaran jarak jauh, serta penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) baru demi mendongkrak mutu pembelajaran universitas.
Peningkatan kualitas SDM ini berbanding lurus dengan penguatan ekosistem akademik dan produktivitas riset. Koleksi perpustakaan universitas kini melonjak signifikan menjadi 9.641 buku fisik, didukung oleh akses ke 229 jurnal open access ilmiah digital untuk mendukung penelitian lintas disiplin, serta penguatan peran Ma Chung Press. Di bidang penelitian sendiri, sepanjang periode 2025–2026, para dosen sukses menghasilkan 116 judul riset, sebuah angka yang meningkat dari tahun sebelumnya.
Prof. Stefanus Yufra menekankan bahwa orientasi riset di kampus yang dipimpinnya kini tidak lagi sekadar menjadi arsip akademis. “Fokus riset kini semakin kami arahkan pada hilirisasi teknologi dan penyelesaian persoalan nyata. Kami ingin menegaskan komitmen Universitas Ma Chung untuk memberikan kontribusi dan dampak yang benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Sejalan dengan gairah riset para dosen, para mahasiswa juga menorehkan prestasi gemilang melalui pembinaan talenta yang holistik. Sepanjang tahun akademik 2025–2026, mahasiswa Universitas Ma Chung berhasil mencatatkan total 44 prestasi, dengan rincian yang sangat seimbang yakni 22 prestasi di bidang akademik dan 22 prestasi di bidang non-akademik, mulai dari tingkat regional, nasional, hingga internasional. Pencapaian ini didukung penuh oleh perluasan program beasiswa serta penguatan organisasi mahasiswa, karakter, olahraga, seni, dan kewirausahaan.
Menuju internasionalisasi, Universitas Ma Chung juga kian memperlebar sayap kemitraannya dengan memiliki 184 mitra aktif di dalam negeri dan 25 mitra aktif di kancah internasional. Kemitraan internasional tersebut mencakup empat mitra global baru yang secara resmi menandatangani MoU pada periode 2025–2026, yang melibatkan institusi pendidikan, pemerintah, NGO, hingga korporasi untuk memperkuat program mobilitas mahasiswa dan riset kolaboratif global.
Di sisi internal, efisiensi layanan dipacu lewat transformasi digital dan tata kelola berbasis data guna meningkatkan akuntabilitas organisasi. Kampus juga berkomitmen menciptakan ruang belajar yang inklusif, sehat, dan aman melalui penguatan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKS). Sementara dari aspek finansial, universitas terus bergerak menuju kemandirian melalui tren kenaikan jumlah mahasiswa baru dan diversifikasi usaha lewat optimalisasi aset kampus.
Meski mencatatkan rapor hijau di berbagai sektor, Prof. Stefanus Yufra tidak menampik adanya tantangan strategis yang harus dihadapi di masa depan, seperti ketatnya kompetisi perguruan tinggi, urgensi akselerasi jumlah Guru Besar, peningkatan publikasi internasional bereputasi, serta penguatan kuantitas dan kualitas mahasiswa baru.
Menjawab tantangan tersebut, Universitas Ma Chung telah menetapkan enam prioritas strategis untuk tahun akademik 2026–2027 mendatang. Agenda utama tersebut diawali dengan persiapan matang menuju Akreditasi Perguruan Tinggi Unggul dan upaya mencapai kemandirian finansial lewat optimalisasi jumlah mahasiswa serta diversifikasi usaha.
Selanjutnya, kampus akan fokus meningkatkan kapasitas dosen melalui percepatan gelar Doktor dan jabatan fungsional Guru Besar, memperkuat riset dan hilirisasi inovasi, memperluas kerja sama strategis nasional maupun internasional, serta melanjutkan transformasi digital untuk tata kelola yang efektif, transparan, dan berkelanjutan.
”Seluruh capaian di tahun akademik ini membuktikan bahwa kita sudah berjalan di rel yang benar. Dengan sinergi dan kerja keras, kita siap melangkah mantap menyongsong tahun akademik baru, membawa inovasi yang relevan, serta memberikan dampak nyata bagi bangsa dan dunia,” pungkas Prof. Stefanus Yufra. (*)




