Ideajatim.id, Malang – Di tengah pesatnya penetrasi kecerdasan buatan atau AI yang mulai mengambil alih berbagai profesi modern, ada satu wilayah yang tetap kokoh berdiri dan tak tergantikan oleh algoritma: sektor pertanian dan peternakan. Mengapa sektor paling dasar ini justru menjadi benteng terakhir peradaban manusia? Berikut laporan selengkapnya.
Dunia kini tengah berlari kencang menuju era otomatisasi total. Dari urusan administrasi hingga analisis data rumit, hampir semua lini kehidupan mulai bersandar pada kemampuan Artificial Intelligence (AI). Namun, mari kita tengok ke belakang—ke sektor paling fundamental dalam sejarah manusia: pertanian dan peternakan.
Di sinilah garis pembatas itu berada. AI mungkin bisa memprediksi cuaca atau memetakan nutrisi tanah, tetapi AI tidak akan pernah bisa menggantikan sentuhan langsung para peternak dan petani dalam merawat kehidupan.
Sentuhan Teknologi, Jiwa Manusiawi:
Otomatisasi memang masuk ke dalam kandang. Penggunaan mesin pemerah susu modern kini membantu mengefisiensikan waktu, memastikan higienitas susu sapi segar tetap terjaga hingga ke tangan konsumen. Kendati demikian, mesin hanyalah alat. Dedikasi dalam memberi pakan berkualitas, kejelian melihat kesehatan hewan ternak, hingga proses pengolahan pasca-panen tetap membutuhkan keahlian nyata dari tangan-tangan terampil manusia.
Tantangan Masa Depan:
Dengan jumlah populasi penduduk bumi yang terus meroket, kebutuhan akan pangan berkualitas, seperti susu segar dan daging, menjadi sebuah kepastian yang tidak bisa ditunda. Sektor peternakan bukan lagi sekadar profesi tradisional, melainkan sebuah industri strategis penentu ketahanan pangan nasional.
Solusi Pendidikan Terintegrasi:
Menjawab tantangan masa depan tersebut, diperlukan regenerasi tenaga ahli yang tidak hanya paham teori, tetapi juga adaptif terhadap teknologi mutakhir. Universitas Waskita Dharma (Unitama) Malang hadir sebagai jembatan ilmu melalui Fakultas Ilmu Pertanian dan Peternakan.
Dengan pilihan program studi seperti Ilmu Pertanian dan Peternakan, Unitama berkomitmen mencetak generasi muda yang siap memimpin industri pangan di era modern. Pendaftaran kini telah dibuka secara online melalui situs resmi pmb-unitama.my.id atau via akun Instagram resmi mereka di @unitama_mlg.
Teknologi boleh berkembang tanpa batas, namun kebutuhan dasar manusia akan pangan akan selalu membutuhkan jiwa dan kerja keras para peternak serta petani. Menjadi bagian dari sektor ini berarti menjadi penentu masa depan kehidupan. (*)



