Dosen Bakal Tergeser AI? Rektor Universitas Ma Chung Buka Suara

Ideajatim.id, Malang – Di tengah gempuran teknologi, posisi dosen santer dikabarkan bakal tergeser. Mahasiswa masa kini dinilai bisa belajar mandiri berkat kecerdasan buatan. Namun, Universitas Ma Chung dengan tegas menepis kekhawatiran tersebut.

​Hal ini ditegaskan oleh Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc. Ia menyampaikan pandangannya dalam Seminar Nasional di Balai Pertiwi Ma Chung, Rabu (8/7/2026). Acara ini menjadi bagian dari perayaan Dies Natalis Ma Chung ke-19.

​”Ada banyak kritik masuk ke perguruan tinggi. Katanya, lama-lama dosen tidak diperlukan,” ujar Prof. Yufra di hadapan para peserta.

​Menjawab kegelisahan tersebut, Ma Chung mengusung tema besar: Empowering National Informatics through Human-Centered Digital Intelligence. Tema ini sengaja dipilih untuk merespons dinamika dunia pendidikan tinggi saat ini.

Rektor menekankan pentingnya adopsi kecerdasan digital yang berpusat pada manusia (human-centered). Menurutnya, inovasi teknologi terbaik adalah inovasi yang mampu menyelesaikan problem nyata masyarakat sekaligus menjunjung tinggi etika kemanusiaan.

​Prof. Yufra menekankan pentingnya budaya dialektika ilmiah untuk memecahkan masalah ini. Ia membedah isu tersebut melalui konsep tesis, antitesis, dan sintesis.

Baca Juga:  Universitas Ma Chung Gelar Festea, Wadah Kreativitas Mahasiswa

​Secara tesis, pembangunan memang sangat membutuhkan teknologi digital agar bisa melesat cepat. Namun, antitesisnya menunjukkan dampak negatif yang nyata. Jika hanya mengandalkan teknologi, ketimpangan akan melebar. Risiko lain seperti bias algoritma dan pelanggaran privasi juga mengintai.

​Lantas, apa solusinya? Prof. Yufra menawarkan sintesis yang kuat.
​”Apa pun perkembangan teknologinya, manusia adalah sumber dari segala kemajuan,” tegasnya.

​Kuncinya terletak pada integrasi. Kemajuan IT harus dikawinkan dengan sentuhan manusia sebagai pusat kendali. Teknologi tidak boleh berjalan sendiri tanpa arah moral.

​Melalui seminar nasional ini, Ma Chung mengajak seluruh elemen akademis untuk bergerak. Pendekatan manusiawi ini akan diwujudkan secara nyata melalui Tridharma Perguruan Tinggi. Mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.

​Rangkaian Dies Natalis Ma Chung sendiri masih akan berlanjut. Setelah seminar ilmiah ini, mereka bersiap menggelar Chinese Indonesian Festival (C-Fest) pada 19-20 September mendatang.

​Langkah ini membuktikan komitmen Ma Chung. Mereka tidak hanya fokus pada sains dan teknologi, tetapi juga merawat seni, budaya, serta komunikasi antarabudaya. Pendidikan masa depan harus melahirkan inovasi yang tetap memiliki jiwa kemanusiaan. (*)

Baca Juga:  Bukan Sekadar Scrolling: Universitas Ma Chung dan TikTok Shop Cetak Marketer Digital Masa Depan

Berita Terkini

Lansia Tercebur Sumur di Gresik MD Dievakuasi SAR Gabungan

IDEA JATIM, GRESIK — Tim SAR Gabungan mengevakuasi seorang...

Menuju Kota Gastronomi Dunia, Diskominfo Kota Batu Ajak Masyarakat Isi Survei PMK3I

IDEA JATIM, BATU – Pemerintah Kota Batu saat ini...

Seminar Nasional 2026 Universitas Ma Chung : Jaring Ratusan Paper dari 11 Provinsi

Ideajatim.id, ​MALANG — Universitas Ma Chung resmi menggelar agenda...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img