Seminar Universitas Ma Chung, Bahas Pemanfaatan AI di Perguruan Tinggi

IDEA JATIM, MALANG –Universitas Ma Chung  menyelenggarakan seminar bertajuk Pemanfaatan AI di Perguruan Tinggi. Dalam kegiatan ini Universitas Ma Chung menghadirkan dua narasumber ternama, yaitu Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., M.B.A., M.Phil., M.A., pakar teknologi informatika sekaligus pendiri APTIKOM (Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Ilmu Komputer), serta Stuart Blacklock selaku CEO Qaspir International. Acara berlangsung di Gedung Balai Pertiwi dan diikuti oleh sivitas akademika Universitas Ma Chung khususnya Prodi Computer Science dan Information System.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra M. Taneo. MS., M.Sc. selaku Rektor Universitas Ma Chung menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai penggunaan AI di perguruan tinggi sekaligus mempertemukan kebutuhan antara perguruan tinggi dan dunia industri.

“Seminar ini merupakan kesempatan berharga untuk belajar dari Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., M.B.A., M.Phil., M.A. dan Mr. Stuart Blacklock yang merupakan pakar dalam bidang teknologi informatika. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam mempertemukan kebutuhan antara universitas dan industri. Kami berharap, acara ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi menjadi titik awal untuk menjalin kolaborasi yang lebih erat di masa mendatang,” jelas Prof. Yufra.

Baca Juga:  Rayakan Budaya & Prestasi, Inaugurasi Universitas Ma Chung 2026 Tampil Memukau dengan "Romansa Nusantara"

Prof. Eko dalam pemaparannya menekankan pentingnya
pemanfaatan kecerdasan buatan di perguruan tinggi sekaligus mengingatkan tentang etika penggunaannya. “Yang melihat teknologi berguna atau tidak adalah seseorang yang menggunakannya. Pertanyaan pentingnya adalah bagaimana agar etis dalam menggunakan AI,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyinggung era Society 5.0, yaitu kolaborasi antarmanusia dalam menyelesaikan berbagai permasalahan dengan dukungan teknologi atau AI. Namun, menurutnya, teknologi tidak sepenuhnya dapat menggantikan peran manusia. “Teknologi tidak bisa mengambil alih sesuatu yang memiliki nilai humanis,” tambahnya.

Sementara itu, Stuart Blacklock menyoroti konsep transformative learning, yaitu pendekatan pembelajaran yang mengubah cara pandang, pola pikir, serta kompetensi mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi yang cepat.

Melalui seminar ini, Universitas Ma Chung berharap dapat membuka ruang sinergi antara dunia akademik dan industri, sekaligus memberikan pemahaman baru tentang potensi dan tantangan pemanfaatan AI di dunia pendidikan. (**)

Berita Terkini

Kota Batu Tancap Gas di O2SN Jatim, Sabet Medali di Cabor Renang Hari Pertama

IDEA JATIM, SURABAYA – Kontingen Olimpiade Olahraga Siswa Nasional...

Lupa Cabut Kunci Motor, Maling di Beji Batu Kepergok Warga dan Nyaris Diamuk Massa

IDEA JATIM, ​BATU – Apes benar nasib EW, warga...

Polres Batu Ringkus Dua Penadah Motor Curi, Satu Pelaku Utama Masih Buron

IDEA JATIM, ​BATU – Tim Unit Reaksi Cepat (URC)...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img