Bukan Malas, Ini Cara Guru MTs Almaarif 01 Singosari Hadapi Siswa yang Suka Menunda Tugas

IDEAJATIM.ID, MALANG – Siswa yang sering menunda tugas belum tentu malas. Bisa jadi, mereka mengalami kesulitan mengatur waktu, menjaga fokus atau memulai pekerjaan. Hal ini menjadi perhatian dalam psikoedukasi bagi guru MTs Almaarif 01 Singosari.

Sebanyak 30 guru mengikuti kegiatan bertema “Peran Guru dalam Membimbing Siswa untuk Mencegah Prokrastinasi Akademik”, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan tersebut digelar mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL) konsentrasi Psikologi Pendidikan.

Kepala MTs Almaarif 01 Singosari, Dwi Retno Palupi, M.Pd., mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, guru perlu memahami kondisi siswa agar pendampingan yang diberikan sesuai kebutuhan.

“Guru memiliki peran penting dalam memahami kondisi siswa dan memberikan pendampingan sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.

MTs Almaarif 01
Bukan Malas, Ini Cara Guru MTs Almaarif 01 Singosari Hadapi Siswa yang Suka Menunda Tugas 1

Kegiatan ini diinisiasi Larasati Nur Aisyah, Fika Ziyadatul Aunillah dan Mahfud Ali. Mereka didampingi Prof. Dr. Rahmat Aziz, M.Si. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Materi disampaikan Dr. Muh. Anwar Fu’ady, S.Psi., MA. Para guru diajak memahami prokrastinasi dan cara membantu siswa mengatasinya.

Baca Juga:  Ratusan Siswa Unjuk Potensi di Gelar Ekstra 2026 MTs Almaarif 01 Singosari, Dari Tahfidz hingga Riset

Prof. Rahmat Aziz memaparkan hasil penelitian terhadap 450 siswa dari empat sekolah. Ia menjelaskan, prokrastinasi bisa terlihat dari kebiasaan menunda memulai tugas, sulit mengatur pekerjaan, menunda penyelesaian dan mudah terdistraksi.

“Prokrastinasi akademik perlu dipahami berdasarkan data dan karakteristik perilaku siswa, bukan semata-mata dianggap sebagai bentuk kemalasan,” jelasnya.

Guru dapat membantu siswa dengan mengurangi gangguan, membagi tugas menjadi bagian kecil, membuat target dan memantau penyelesaian tugas.

Sementara itu, Dr. Muh. Anwar Fu’ady meminta guru tidak terburu-buru memberikan label negatif kepada siswa.

Menurutnya, penundaan bisa disebabkan berbagai faktor. Karena itu, guru perlu melihat kebiasaan siswa secara menyeluruh.

Penundaan sesekali belum tentu menjadi masalah. Namun, jika terjadi terus-menerus dan mengganggu proses belajar, siswa perlu mendapatkan pendampingan.

Melalui kegiatan ini, guru diharapkan dapat membantu siswa lebih disiplin mengatur waktu, menjaga fokus dan menyelesaikan tugas.

Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk penerapan ilmu psikologi pendidikan UIN Malang secara langsung di lingkungan sekolah. (*)

Berita Terkini

Penuh Kekeluargaan, Warga RT 5 Puri Indah Batu Gelar Malam Tirakatan HUT ke-81 RI

IDEA JATIM, BATU – Suasana hangat dan penuh kebersamaan...

“Sudah Merdeka, Mengapa Masih Harus Minta Izin?”

Penulis: Dr. Sulih Indra Dewi, S.Sos., M.APeneliti Kajian Gender...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img