Dari Jelantah Jadi Berkah, Kreativitas Siswa MTs Almaarif 01 Singosari Ubah Limbah Jadi Produk Bernilai

IDEAJATIM.ID, MALANG – Limbah yang kerap dianggap tak berguna, di tangan siswa MTs Almaarif 01 Singosari justru disulap menjadi produk bernilai. Melalui gerakan hijau yang digagas bersama mahasiswa S1 Pendidikan IPA Universitas Negeri Malang, minyak jelantah diolah menjadi lilin aromaterapi dan sabun ramah lingkungan.

Dari Jelantah Jadi Berkah, Kreativitas Siswa MTs Almaarif 01 Singosari Ubah Limbah Jadi Produk Bernilai 1
Dari Jelantah Jadi Berkah, Kreativitas Siswa MTs Almaarif 01 Singosari Ubah Limbah Jadi Produk Bernilai 2

Kegiatan edukatif ini digelar pada Kamis (16/4/2026) di lingkungan madrasah, melibatkan siswa serta Kader Adiwiyata, khususnya Pokja Sampah. Program ini menjadi langkah nyata menanamkan kepedulian lingkungan sekaligus membangun kreativitas generasi muda.
Sejak awal kegiatan, siswa dibekali pemahaman tentang bahaya limbah minyak jelantah bagi lingkungan. Mulai dari pencemaran air hingga kerusakan tanah. Tak berhenti pada teori, mereka langsung praktik mengolah limbah tersebut menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.

Suasana pun berlangsung hidup. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari proses penyaringan hingga pencampuran bahan.

“Saya baru tahu kalau minyak jelantah bisa diolah jadi sabun dan lilin. Kegiatannya seru dan bermanfaat, jadi lebih sadar untuk tidak membuang minyak sembarangan,” ungkap Anisa, siswa kelas VIII.

Baca Juga:  Pondok Ramadan 1447 H YP Almaarif Singosari Resmi Digelar, Perkuat Karakter Spiritual dan Pengalaman Pesantren Modern

Hal senada disampaikan Rizky, siswa kelas VII. Ia mengaku pengalaman ini membuka wawasannya tentang pengelolaan sampah yang aplikatif.
“Biasanya cuma dengar tentang daur ulang, tapi sekarang bisa praktik langsung. Saya jadi ingin coba di rumah,” ujarnya.

Perwakilan mahasiswa UM menilai, potensi siswa MTs Almaarif sangat besar dalam mengembangkan kesadaran lingkungan sejak dini. Menurutnya, pendekatan berbasis praktik seperti ini penting untuk membentuk pola pikir kritis dan solutif terhadap persoalan lingkungan.
“Kami melihat siswa sangat antusias. Ini bukti bahwa edukasi lingkungan akan lebih efektif jika dikemas secara aplikatif. Mereka tidak hanya paham, tapi juga bisa langsung mempraktikkan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala MTs Almaarif 01 Singosari, Dwi Retno Palupi, M.Pd menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penguatan program Adiwiyata di madrasah.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menanamkan karakter peduli lingkungan kepada siswa. Harapannya, ini bisa menjadi kebiasaan baik yang terus berlanjut,” tuturnya.

Ia menambahkan, ke depan madrasah akan terus mendorong inovasi serupa agar siswa tidak hanya menjadi pelajar, tetapi juga agen perubahan lingkungan.

Baca Juga:  SMK Plus Almaarif Singosari Berprestasi di LKS Dikmen 2026, Raih Juara 1 Cyber Security dan Golden Ticket Beauty Therapy

“Melalui gerakan ini, MTs Almaarif 01 Singosari membuktikan bahwa kepedulian lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana. Dari limbah rumah tangga, lahir karya nyata yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga bernilai guna,” pungkas Palupi. (*)

Berita Terkini

Kemenag Apresiasi Dua Siswa MAN 2 Kota Malang yang Raih Medali Olimpiade Internasional di Eropa dan Asia Tengah

Ideajatim.id, ​MALANG – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang memberikan...

Puncak Kemarau 2026 Mengintai, BPBD Kota Batu Siapkan Tiga Jurus Andalan

IDEA JATIM, BATU — Langit cerah memang menyegarkan, namun...

Papan Kerukunan & Pohon Persahabatan: Jurus Kreatif MIN 1 Kota Malang Kikis Bullying

Ideajatim.id, ​MALANG – Hari pertama masuk madrasah di MIN...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img