Dari Kelas ke Aksi Nyata, Gerakan Pelajar Peduli Lingkungan Hidupkan Semangat Hari Bumi di MTs Almaarif 01 Singosari

IDEAJATIM.ID, MALANG – Peringatan Hari Bumi 2026 di MTs Almaarif 01 Singosari tak sekadar seremonial. Rabu (22/4/2026), seluruh murid dan guru turun langsung dalam gerakan “Pelajar Peduli Lingkungan”, sebuah aksi kolaboratif yang menghidupkan semangat peduli bumi melalui program Adiwiyata.

Dari Kelas ke Aksi Nyata, Gerakan Pelajar Peduli Lingkungan Hidupkan Semangat Hari Bumi di MTs Almaarif 01 Singosari 1

Kegiatan ini dirancang terstruktur lewat kerja sama empat kelompok kerja (Pokja): Kebersihan dan Sanitasi, Konservasi Energi, Konservasi Air, serta Keragaman Hayati. Semua bergerak dalam satu irama dari ruang kelas hingga sudut lingkungan madrasah.

Suasana berubah dinamis saat audio “tansah kelingan” diputar. Itu menjadi tanda dimulainya gerakan bersih kelas serentak. Dalam hitungan menit, siswa menyebar, membersihkan setiap sudut—dari lantai, jendela, hingga langit-langit dan teras. Bukan sekadar bersih-bersih, tetapi membangun kebiasaan menjaga ruang belajar tetap sehat dan nyaman.

Pokja Kebersihan dan Sanitasi juga menghadirkan langkah konkret melalui program replace and refill sabun cuci tangan serta perawatan drainase. Upaya sederhana ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan madrasah yang higienis.

Dari Kelas ke Aksi Nyata, Gerakan Pelajar Peduli Lingkungan Hidupkan Semangat Hari Bumi di MTs Almaarif 01 Singosari 2

Di sisi lain, semangat hemat energi digerakkan melalui program Energy Hunter dan Energy Mapping. Para kader Adiwiyata menyisir setiap ruangan, mendata penggunaan listrik—mulai dari lampu hingga perangkat elektronik. Data tersebut kemudian diolah menjadi peta penggunaan energi sebagai langkah awal menuju efisiensi yang lebih terarah.

Baca Juga:  Sinergi Kampus dan Sekolah di Era AI: Mahasiswa S3 Pendidikan Matematika Universitas Negeri Malang Dampingi Guru MTs Almaarif Singosari Kembangkan PTK Inovatif

Aksi tak kalah menarik terlihat pada kegiatan pembuatan biopori. Dengan alat sederhana, siswa belajar langsung membuat lubang resapan air—mulai dari pengeboran hingga pengisian bahan organik. Selain mengurangi genangan, biopori ini juga berpotensi menjadi kompos alami yang bermanfaat.

Sementara itu, area hijau madrasah pun tak luput dari perhatian. Melalui perawatan tanaman TOGA, siswa diajak mengenal lebih dekat manfaat tanaman obat sekaligus pentingnya menjaga keanekaragaman hayati. Penyiraman, penyiangan, hingga penataan tanaman dilakukan dengan penuh kepedulian.

Dari Kelas ke Aksi Nyata, Gerakan Pelajar Peduli Lingkungan Hidupkan Semangat Hari Bumi di MTs Almaarif 01 Singosari 3

Seluruh rangkaian kegiatan turut didokumentasikan sebagai bagian dari evaluasi dan pembelajaran berkelanjutan. Setiap aksi menjadi jejak nyata komitmen madrasah dalam menjaga lingkungan.

Koordinator kegiatan menegaskan, momentum Hari Bumi ini menjadi ruang belajar yang hidup bagi siswa.
“Kami ingin membentuk kesadaran ekologis yang tidak berhenti di teori, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Kepala MTs Almaarif 01 Singosari, Dwi Retno Palupi, turut menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter yang berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai tanggung jawab kepada siswa bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas sesaat, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup. Madrasah harus menjadi ruang belajar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap bumi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Drama hingga Teater Modern Warnai Kemegahan Alma Fest 2026 MA Almaarif Singosari

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan berbasis aksi seperti ini menjadi kunci dalam membangun kesadaran yang lebih kuat.
“Ketika anak-anak terlibat langsung, mereka akan lebih memahami dampaknya. Harapannya, kebiasaan baik ini tidak berhenti di sekolah, tetapi terbawa hingga di rumah dan masyarakat,” imbuhnya.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Dari langkah kecil di lingkungan madrasah, mereka belajar satu hal penting: menjaga bumi bisa dimulai dari diri sendiri.

Melalui gerakan ini, MTs Almaarif 01 Singosari menegaskan perannya dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli, bertanggung jawab, dan siap menjaga keberlanjutan bumi. (*)

Berita Terkini

Cetak Sejarah Dunia!; Peringati 17 Agustus, Kota Batu Gelar Kolaborasi Olahraga Biliar dan Domino

IDEA JATIM, BATU – Sebuah terobosan bersejarah yang baru...

Karnaval Gebyar PAUD 2026; Cara Isi HUT ke-81 RI Lembaga PAUD se-Kota Batu

IDEA JATIM, BATU - Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu,...

SMA Walisongo Gempol Semarakkan Hari Pramuka ke-65

IDEAJATIM.ID, PASURUAN – SMA Walisongo Gempol menggelar peringatan Hari...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img