IDEA JATIM, BATU – Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian alam, sebuah gerakan ekologi kolaboratif berskala besar sukses digelar di Kota Batu. Mengusung tema “Aksi untuk Bumi, Warisan untuk Nanti”, kegiatan ini diinisiasi bersama oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 8 Batu dan Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batu pada Jumat (12/6/2026).
Aksi berdampak ini juga mendapat dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu serta Kaliwatu Rafting sebagai mitra pendukung jalannya acara. Kepala SMP Muhammadiyah 8 Batu, Windra Rizkiyana, menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni peringatan Hari Lingkungan Hidup, melainkan sebuah media pembelajaran kontekstual bagi para siswa untuk mencintai bumi secara konkret.

“Kami ingin menanamkan kesadaran mendalam sejak dini kepada generasi muda. Nilai ini sangat penting agar mereka paham bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama. Melalui aksi langsung seperti ini, para pelajar tidak hanya belajar teori di kelas, tapi langsung menyentuh akar persoalan lingkungan,” ujar Windra Rizkiyana di sela-sela kegiatan.
Dimulai sejak pukul 07.00 WIB, aksi ekologi ini dirancang secara komprehensif, memadukan edukasi di lingkungan sekolah dengan restorasi langsung di aliran sungai. Terdapat enam agenda utama yang berhasil dilaksanakan.

Pertama apel peringatan Hari Lingkungan Hidup yang menjadi momentum pembuka untuk menyatukan visi, menyalakan semangat, dan memperkuat komitmen seluruh peserta yang hadir. Kedua bersih lingkungan lekolah sebagai gerakan pembersihan yang dimulai dari lingkungan terdekat para pelajar, yakni di area SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu.
Kemudian penuangan Eco-Enzyme di Kali Kebo Lesti yang merupakan cairan fermentasi organik dituangkan ke sungai guna membantu memurnikan air dan memperbaiki ekosistem sungai secara alami. Selanjutnya bersih Sungai Brantas yang berpusat di Starting Point Kaliwatu Rafting, aksi gotong royong ini menyasar sampah-sampah plastik yang mencemari aliran salah satu sungai terpenting di Jawa Timur tersebut.

“Kamu juga sebar benih ikan di Sungai Brantas sebagai upaya restocking (penebaran kembali) benih ikan dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati air tawar. Dan Ngopi (Ngobrol Penuh Inspirasi) Ekologi bertempat di Starting Point Kaliwatu Rafting, sesi diskusi santai namun edukatif ini membahas langkah-langkah strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan ke depan,” urainya.
Windra juga menambahkan, esensi dari seluruh rangkaian acara ini bermuara pada komitmen jangka panjang. Pesan utama yang digaungkan dalam aksi ini adalah yakni “Mulai dari diri, peduli hari ini, lestari selamanya! Bersama SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu: Kita Jaga, Kita Rawat, Bumi Kita Hebat!”
Kolaborasi apik antara elemen pelajar, organisasi kemasyarakatan, pihak swasta, dan pemerintah daerah ini diharapkan tidak berhenti setelah acara selesai. Sinergi ini ditargetkan mampu memantik konsistensi masyarakat Kota Batu secara luas untuk terus konsisten merawat bumi demi warisan generasi masa depan. (*)




