Jembatani Musisi Daerah Tembus Pasar Global, SoundPOV Bertransformasi Jadi Ekosistem Musik Terintegrasi

IDEA JATIM, BATU – Berawal dari keresahan para pelaku industri musik independen yang kerap terbentur kendala produksi, distribusi, hingga monetisasi, SoundPOV kini resmi bertransformasi. Startup teknologi musik asal Kota Batu ini berevolusi dari sekadar platform digital menjadi sebuah ekosistem musik terintegrasi yang siap mengawal karier musisi Nusantara dari hulu hingga hilir.

Direktur SoundPOV, Bhara Yudha mengungkapkan bahwa langkah transformasi ini diambil sebagai jawaban atas tantangan pelik yang dihadapi musisi lokal di era digital. Mulai dari keterbatasan akses distribusi, rumitnya pengelolaan hak cipta, hingga minimnya optimalisasi teknologi pemasaran.

Musisi

“Kami melihat banyak talenta luar biasa dari daerah yang karyanya mandek hanya karena urusan teknis industri. Melalui konsep One Stop Music Service ini, kami ingin para musisi bisa fokus penuh pada proses kreatif dan pembuatan karya, sementara aspek teknis dan bisnisnya kami yang kelola,” ujar Bhara Yudha kepada media, Kamis (11/6).

Bhara menjelaskan, ekosistem terintegrasi yang ditawarkan SoundPOV mencakup delapan layanan kunci. Di antaranya adalah distribusi musik ke platform global, publishing dan pengelolaan hak cipta, layanan Cover to Master, hingga pemanfaatan AI Optimization untuk mendongkrak jangkauan karya di ruang digital. Selain itu, mereka juga memfasilitasi manajemen metadata, strategi promosi, pendampingan branding, hingga konsultasi karier.

Musisi

“Goal besar kami adalah menciptakan ruang kolaborasi yang mempertemukan musisi, produser, pencipta lagu, hingga label independen dalam satu wadah yang saling mendukung,” imbuhnya.

Inovasi yang diusung Bhara Yudha bersama timnya terbukti mendapat apresiasi tinggi. Belum lama ini, SoundPOV sukses menyabet dua penghargaan bergengsi di tingkat regional, yakni Juara 1 Best Startup SAE Award Kota Batu dan Juara 2 Program Youthpreneur Jawa Timur.
“Penghargaan ini menjadi suntikan energi sekaligus bukti bahwa apa yang kami bangun dinilai memberi dampak nyata pada penguatan ekonomi kreatif dan pemberdayaan talenta lokal, khususnya dari wilayah Batu dan sekitarnya,” kata Bhara.

Transformasi ini bukan sekadar konsep di atas kertas. SoundPOV tercatat telah berhasil mengantarkan sejumlah karya musik lokal menembus pasar digital hingga mendulang jutaan pendengar.

Musisi

Beberapa di antaranya adalah lagu Jalaraning Tresna milik Ilham Pradana (musisi asal Gunungkidul) yang viral meski diproduksi dengan alat sederhana, serta lagu Mentri Durmagati yang sukses mengangkat identitas budaya lokal ke ranah digital. Selain itu, trek modern seperti Betah dan Pelampiasan 2 1/2 juga sukses nangkring di berbagai konten viral dan FYP media sosial.

Bhara Yudha menegaskan bahwa keberhasilan lagu-lagu tersebut menjadi bukti sahih bahwa musisi daerah punya peluang yang sama untuk bersaing di level nasional maupun internasional jika didukung ekosistem yang tepat.

“Kami percaya talenta besar itu tidak memonopoli kota-kota besar saja. SoundPOV hadir untuk menjembatani potensi daerah agar bisa bertemu dengan pasar yang jauh lebih luas lewat teknologi dan kolaborasi. Dari keresahan menjadi gerakan, dari platform menjadi ekosistem. SoundPOV untuk Musisi Nusantara,” pungkasnya optimis. (*)

- Advertisement - SPMB

Berita Terkini

Korban Tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan

IDEA JATIM, NGAWI — Tim SAR Gabungan berhasil menemukan...

Dapur-Dapur Kecil Di Jalanan Ibukota – Iqbal Iqbal.

Jakarta tidak hidup dari beton, kaca, dan baja semata....

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kota Batu dan ESI Gelar Kualifikasi E-Sport Kapolri

IDEA JATIM, BATU – Kabar gembira bagi para pencinta...
spot_img
Berita Terkait