IDEAJATIM.ID, PASURUAN – Bunda PAUD Kota Pasuruan, Suryani Firdaus, menegaskan pentingnya penguatan literasi dan numerasi melalui metode belajar yang menyenangkan bagi anak usia dini. Hal itu disampaikannya saat membuka Workshop Literasi dan Numerasi bagi Kepala dan Guru PAUD Tahun 2026 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang menghadirkan narasumber Dr. Izzul Fitriyah tersebut diikuti kepala sekolah, pengelola, dan guru PAUD se-Kota Pasuruan sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan anak usia dini.
Dalam sambutannya, Suryani Firdaus menyampaikan bahwa PAUD merupakan fase emas atau golden age yang sangat menentukan pembentukan karakter serta kemampuan dasar anak. Karena itu, pengenalan literasi dan numerasi harus disesuaikan dengan tahap perkembangan anak dan dikemas melalui aktivitas yang menyenangkan.
Menurutnya, literasi dan numerasi tidak semata-mata mengajarkan anak membaca, menulis, dan berhitung. Lebih jauh, pembelajaran harus mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, kemampuan berkomunikasi, serta melatih daya pikir dan nalar anak melalui berbagai permainan edukatif.
“Literasi dan numerasi harus dikenalkan melalui cara yang menyenangkan sehingga anak merasa nyaman dan senang belajar,” ujarnya.
Ia berharap workshop ini menjadi ruang bagi kepala sekolah dan guru untuk memperbarui strategi pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan inovatif sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang kaya aktivitas literasi dan numerasi.
Suryani juga mengingatkan agar lembaga PAUD tidak memberikan tekanan berlebihan kepada peserta didik melalui pembelajaran calistung secara formal. Menurutnya, pengenalan huruf dan angka lebih efektif dilakukan melalui bermain, bercerita, bernyanyi, dan kegiatan kreatif lainnya yang sesuai dengan karakter anak usia dini.
Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun transisi yang menyenangkan dari PAUD menuju Sekolah Dasar. Kesiapan anak, katanya, tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari aspek kepercayaan diri, kemandirian, dan kematangan sosial emosional.
Dalam kesempatan tersebut, Suryani mengapresiasi peran kepala sekolah sebagai penggerak komunitas belajar dan guru sebagai ujung tombak yang berinteraksi langsung dengan anak setiap hari.
“Seraplah ilmu dari narasumber sebaik mungkin dan aplikasikan metode-metode kreatif tersebut di sekolah masing-masing,” pesannya.
Melalui workshop ini, Pemerintah Kota Pasuruan berharap kualitas layanan PAUD terus meningkat sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, mandiri, dan berkarakter sejak usia dini. (*)




