IDEA JATIM, MALANG – Lagu-lagu kreatif karya siswa SMPK Kolese Santo Yusup (Kosayu) 1 Malang kembali menggema di Malang City Point, Selasa (9/6). Tujuh lagu secara resmi telah dilaunching dalam acara Autumn Kosayu Satu (AKU). Dikemas dalam sesi acara ‘Dengar Perdana’.
Ketua Panitia, Graciana Christmastuty, S.Psi mengungkapkan, proses di balik lahirnya tujuh lagu ini memakan waktu yang tidak sebentar. Para siswa menghabiskan waktu selama satu tahun penuh melalui target berkala yang ketat, mulai dari menyusun lirik, mengomposisi melodi, latihan intensif, masuk studio rekaman, hingga memproduksi video klip sendiri.
”Untuk karya cipta lagu ini mayoritas digarap oleh anak-anak kelas 7 dan kelas 9. Mereka telah mengembangkan potensinya hingga berhasil menciptakan karya yang membanggakan,” ungkap Christy.
Terkait peluncuran lagu tersebut, Christy membeberkan beberapa judul karya yang diperdengarkan kepada publik sore ini. Di antaranya ada lagu berjudul Tangguh Bersama, My Spirit Burn dan lain-lain.
Dia menambahkan bahwa istilah dengar perdana disematkan karena lagu-lagu dan video klip tersebut memang baru pertama kalinya diluncurkan dan diperdengarkan secara resmi kepada khalayak umum.
Melalui perhelatan AKU ini, Christy berharap ajang ini tidak sekadar menjadi ruang pameran musiman, melainkan menjadi wadah nyata bagi siswa untuk mengaktualisasikan diri, membangun keberanian, serta memupuk rasa percaya diri di depan publik. Sekolah menyadari bahwa proses panjang selama satu tahun tentu tidak luput dari hambatan dan dinamika, namun di situlah letak nilai karakter yang ingin ditanamkan.
”Harapan ke depannya, anak-anak bisa mengaktualisasikan dirinya, keberaniannya terwujud, dan kepercayaan dirinya muncul dari sini. Walaupun banyak hambatan yang mungkin mereka lalui selama prosesnya, tapi di situ mereka belajar,” tegasnya.
Festival AKU yang berlangsung meriah selama dua hari ini menyajikan rangkaian lima agenda utama secara berkesinambungan. Acara diawali dengan peluncuran buku karya siswa, yang kemudian langsung dilanjutkan dengan bedah buku dan lukisan hasil ketekunan siswa selama hampir 10 bulan, serta bedah fotografi. Tidak berhenti di situ, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan demo masak dan presentasi dari tim siswa dan ditutup dengan gelar perdana lagu-lagu orisinal ciptaan siswa SMPK Kosayu 1.
Dalam sambutannya, Kepala SMPK Kolese Santo Yusup 1 Malang, Tjiong Mei Tjien, S.Pd., M.M menyampaikan rasa bangganya terhadap konsistensi sistem pendidikan di SMPK Kosayu 1 yang berhasil mengawinkan aspek akademik dengan pengembangan minat bakat secara seimbang. Dia menjelaskan bahwa setiap siswa yang lulus dari sekolah ini dipastikan akan meninggalkan warisan berupa rekam jejak kreativitas yang nyata. “Suatu kebanggaan besar bagi kalian semua anak-anak, dan orang tua, bahwa ketika kalian lulus dari SMPK Kosayu 1, pasti punya tiga karya; karya kelas 7, karya kelas 8, dan karya kelas 9. Jadi, kalian sungguh-sungguh telah terpuji. Kalian bukan hanya belajar akademik saja, tetapi kalian mempunyai kemampuan untuk menciptakan karya,” ujar Monika, sapaan akrabnya.
Pihak manajemen sekolah juga menyampaikan apresiasi tertinggi kepada seluruh orang tua murid yang memberikan dukungan penuh, baik secara moril maupun materiil, demi suksesnya festival ini. Guna menandai dimulainya perayaan, festival kreatif ini dibuka secara resmi melalui prosesi simbolis yang dipimpin Pengurus Yayasan Pendidikan Kolese Santo Yusup, Pater Antonius Hermanto, CDD. Prosesi ini sekaligus menjadi tanda dimulainya petualangan kreativitas siswa-siswi SMPK Kosayu 1 Malang. (*)




