IDEA JATIM, BATU – SMPN Satu Atap Pesanggrahan 2 Kota Batu menggelar acara tasyakuran pelepasan dan perpisahan siswa kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026 dengan suasana sederhana namun sarat dengan makna. Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah tersebut mengusung tema “Nainfinity Sweet Memory”, sebuah tema yang lahir dari akronim nama wali kelas IX, Ainin Nadhifa yang telah mendampingi para siswa sejak duduk di bangku kelas VII hingga kelas IX.
Tema tersebut menjadi simbol kedekatan dan kebersamaan yang terjalin selama tiga tahun terakhir. Melalui “Nainfinity”, diharapkan seluruh kenangan yang tercipta selama masa belajat di SMPN Satu Atap Pesanggrahan 2 Batu dapat menjadi memori indah yang terus dikenang para siswa di masa depan. Meskipun sekolah dengan jumlah tidak terlalu banyak, suasana kekeluargaan yang hangat memberikan pengalaman yang luas dan berkesan bagi seluruh warga sekolah.

Dalam sambutannya, Kepala SMPN Satu Atap Pesanggrahan 2 Batu, Ahmad Khoifin, menyampaikan jika momen tasyakuran ini merupakan bagian penting dalam perjalanan hidup para siswa. Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan di tingkat SMP tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh perjuangan, kerja keras, serta dukungan dari orangtua dan guru.
“Detik ini merupakan saksi sejarah bagi kehidupan anak-anak yang melaksanakan kegiatan tasyakuran. Untuk sampai di titik ini tentu penuh perjuangan sehingga harus meneteskan keringat dan air mata. Keberhasilan ini tentu hasil dari semangat kalian dan semangat orangtua. Pada perjalanan selanjutnya nanti jangan sampai melupakan perjuangan giru dan orangtua,” ujar Ahmad Khoifin.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sekolah dengan jumlah siswa yang relatif sedikit memiliki keunggulan tersendiri. Dengan kondisi tersebut, perhatian guru kepada siswa dapat diberikan secara lebih optimal sehingga proses pembelajaran maupun pembentukan karakter dapat berjalan dengan baik. Ia juga berpesan agar nilai-nilai akhlak dan perilaku baik yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di SMP tetap dijaga ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA maupun SMK yang memiliki tantangan lingkungan dan pergaulan yang lebih luas.
Acara pelepasan berlangsung hangat dan penuh haru. Kegiatan diawali dengan pemotongan tumpeng yang telah disiapkan oleh paguyuban orangtua siswa kelas IX sebagai bentuk rasa syukur atas kelulusan putra-putri mereka. Selain itu, siswa kelas VII dan VIII turut menampilkan berbagai pertunjukan, mulai dari musik ansambel, solo vokal, hingga pidato pelepasan dari perwakilan OSIS. Siswa kelas IX juga mempersembahkan penampilan khusus sebagai ungkapan terima kasih dan kenangan terakhir mereka di sekolah.

Suasana semakin emosional ketika diputar film dokumenter perjalanan siswa kelas IX sejak pertama kali masuk sekolah pada kelas VII hingga menjelang kelulusan. Dokumentasi yang menampilkan berbagai momen kebersamaan, kegiatan sekolah, serta kenangan selama tiga tahun belajar bersama itu berhasil menghadirkan gelak tawa sekaligus tetesan air mata dari siswa, guru, maupun orangtua yang hadir.
Dengan penuh kesederhanaan, acara pelepasan dan perpisahan kelas IX SMPN Satu Atap Pesanggrahan 2 Batu menjadi bukti bahwa sebuah kenangan berharga tidak selalu dibangun melalui kemewahan.
Kebersamaan, perhatian, dan kehangatan yang terjalin selama tiga tahun justru menjadi modal berharga yang akan terus menemani langkah para lulusan dalam meraih cita-cita mereka di masa depan. (*)





