IDEA JATIM, BATU – Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, resmi menjadi satu-satunya wakil Kota Batu dalam ajang Perlombaan Desa dan Kelurahan Provinsi Jawa Timur 2026. Mengusung visi besar “Strategi Menuju Bulukerto Istimewa”, desa yang kaya akan potensi pertanian ini siap membawa pulang prestasi lewat sederet inovasi digital dan lingkungan.
Kepala Desa Bulukerto, Suhermawan (akrab disapa Mawan), memaparkan dua fokus utama transformasi desanya, yakni Inovasi Pemerintahan (Digital & Transparan) melalui E-DESA & si Apel atau aplikasi digital untuk memotong birokrasi dan mempercepat distribusi surat administrasi warga.
Kemudian kepastian hukum dengan program pengajuan sertifikat Hak Milik untuk mengamankan aset tanah masyarakat. Serta jaring & reward aspirasi yang merupakan wadah interaktif bagi warga untuk ikut membangun desa, lengkap dengan pendampingan hukum.

Selanjutnya Inovasi Kewilayahan (Ekonomi Hijau & Lingkungan) seperti konservasi elang jawa yang berkolaborasi dengan Pro Fauna untuk menjaga Hutan Gunung Pucung. Agroforestri Kopi yang bekerja sama lintas desa di lereng Gunung Arjuna yang dipayungi Peraturan Bersama Kepala Desa (PERMAKADES).
Ada juga gerakan OSAMTU atau program pengelolaan sampah mandiri untuk menjaga sumber mata air desa. “Sektor pertanian adalah urat nadi kami. Dengan menjaga alam dan mengelola sampah, kami memastikan pembangunan di Bulukerto berjalan berkelanjutan untuk generasi mendatang,” ujar Mawan, Kamis (4/6).

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian ini. Menurutnya, keberhasilan Bulukerto adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat bisa berjalan harmonis.
Meski mendapat respons positif dari Tim Penilai Provinsi Jawa Timur, Desa Bulukerto tetap menerima beberapa catatan strategis untuk evaluasi, seperti penguatan legalitas lembaga desa lewat SK dan optimalisasi peran Posyandu.
Menanggapi tantangan riil seperti isu pengangguran di Dusun Cangar, Pemdes Bulukerto telah menyiapkan solusi konkret: memaksimalkan potensi wisata lokal yang belum terjamah serta menggelar pelatihan keterampilan kerja bagi warga. (*)




