Kolaborasi Sumardi DPRD Jatim dan Kominfo, Tingkatkan Literasi Digital Melalui Implementasi Pembelajaran

IDEAJATIM.ID, MOJOKERTO, – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jawa Timur bersama DPRD Jawa Timur terus memperkuat literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Literasi Digital untuk Masyarakat melalui Implementasi Pembelajaran Digital yang Aman, Inovatif, dan Berbasis Regulasi yang digelar di The Mumbul, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, pada Sabtu dan Minggu, 6-7 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam membangun masyarakat yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan ruang digital secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penggunaan media sosial sebagai sumber informasi masyarakat terus meningkat.

Namun, di sisi lain, media sosial juga masih menjadi sarana yang rentan terhadap penyebaran informasi palsu atau hoaks.

“Data komunikasi dan digital menunjukkan 72,6 persen masyarakat Indonesia memanfaatkan media sosial untuk mendapatkan informasi. Namun sayangnya, survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia justru menunjukkan media yang paling sering ditemukan informasi hoaks juga berasal dari media sosial,” ujarnya.

Menurut Sherlita, kondisi tersebut menuntut masyarakat untuk memiliki kemampuan literasi digital yang baik agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.

“Kondisi ini mengharuskan masyarakat untuk cerdas dalam menggunakan teknologi digital, khususnya media sosial,” katanya.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama berbagai pemangku kepentingan terus menggelar edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif.

“Berangkat dari hal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur beserta seluruh stakeholder menyelenggarakan kegiatan peningkatan literasi digital bagi masyarakat Jawa Timur untuk menciptakan ruang digital yang sehat,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi Golkar Komisi A Sumardi, menegaskan bahwa kegiatan literasi digital menjadi salah satu program yang secara konsisten ia dorong, khususnya bagi kalangan pendidik.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi yang sangat cepat membawa banyak manfaat, namun juga menghadirkan berbagai tantangan yang perlu dipahami masyarakat.

“Selain program saya Cerdig (Cerdas Digital) yang bekerja sama dengan Kominfo Jatim, kebetulan saya ada di Komisi A, salah satu tanggung jawab saya terkait dengan perkembangan digitalisasi yang sangat luar biasa,” ungkapnya.

Menurut Sumardi, masih banyak masyarakat, termasuk tenaga pendidik, yang belum memahami risiko yang ada di ruang digital sehingga berpotensi terjerat berbagai persoalan.

“Banyak guru-guru atau pendidik yang terjerumus pada masalah-masalah terkait digital. Contohnya mungkin terpeleset di judi online, pinjaman online, dan terkadang persoalan Undang-Undang ITE yang akhirnya menjadi persoalan hukum,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, narasumber dari Kominfo Kabupaten Mojokerto, Dian Rosalina, selaku Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, memaparkan tingginya intensitas penggunaan internet masyarakat Indonesia yang perlu diimbangi dengan kemampuan memilah informasi dan mengenali berbagai modus kejahatan digital.

“Masyarakat Indonesia menghabiskan rata-rata 7 jam 22 menit per hari mengakses internet,” ujarnya.

Rosa juga mengingatkan peserta untuk lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital, terutama yang marak terjadi melalui platform belanja daring.

“Penipuan online shop seperti transfer tetapi barang tidak datang masih sering terjadi. Biasanya ditandai dengan harga yang tidak masuk akal dan testimoni palsu,” katanya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat harus lebih kritis sebelum melakukan transaksi secara online. “Murah boleh, tapi harus masuk akal,” tegas Rosa.

Melalui kegiatan ini, Kominfo Jawa Timur dan DPRD Jawa Timur berharap masyarakat semakin memahami etika, keamanan, serta regulasi dalam beraktivitas di ruang digital.

Dengan meningkatnya literasi digital, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana produktif sekaligus terhindar dari hoaks, penipuan daring, judi online, maupun berbagai pelanggaran hukum di dunia digital. (*)

- Advertisement - SPMB

Berita Terkini

Korban Tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan

IDEA JATIM, NGAWI — Tim SAR Gabungan berhasil menemukan...

Dapur-Dapur Kecil Di Jalanan Ibukota – Iqbal Iqbal.

Jakarta tidak hidup dari beton, kaca, dan baja semata....

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kota Batu dan ESI Gelar Kualifikasi E-Sport Kapolri

IDEA JATIM, BATU – Kabar gembira bagi para pencinta...
spot_img
Berita Terkait