UNISMA Makin Melesat

IDEA JATIM, MALANG – ​SABTU pagi itu Gedung Bundar Unisma penuh sesak. Udara Malang yang sejuk kalah oleh hangatnya atmosfer di dalam ruangan. Ada haru. Ada bangga. Ada riuh tepuk tangan.

​Hari itu, 811 anak muda resmi dikukuhkan.

​Rapat Terbuka Senat Unisma menggelar wisuda ke-79. Karena jumlahnya yang jumbo, acara harus dibagi dua gelombang. Sabtu 406 orang. Minggunya 405 orang. Tertib.

​Di podium berdiri sang Rektor. Prof. Drs. Junaidi, M.Pd., Ph.D.
​Pidatonya tidak bertele-tele. Isinya tajam. Penuh angka, tapi tidak membosankan. Isinya adalah sebuah proklamasi: Unisma bersiap lompat ke panggung dunia!

​”Kami membidik posisi World Class University pada periode 2027-2031,” tegas Prof. Junaidi.

​Saya suka keberanian ini. Targetnya jelas. Cetak birunya ada. Namanya Milestones Pengembangan.
​Tapi, tunggu dulu. Bagi Unisma, mengejar dunia bukan berarti kehilangan jati diri. Unisma adalah benteng Nahdlatul Ulama. Visi besarnya tetap kokoh: mencetak manusia berakhlaqul karimah. Fondasinya? Islam Ahlussunnah waljama’ah.

​”Kami bertekad menyiapkan SDM berkualifikasi internasional yang memiliki kompetensi dan integritas keilmuan unggul, namun tetap menjaga nilai moralitas kokoh dan menjadi pengawal perjalanan bangsa,” urai sang Rektor. Kalimat itu diucapkan dengan nada mantap.

Baca Juga:  UNISMA Jalin Kerjasama Strategis Dengan Dua Kampus Terbaik Malaysia

​Bayangkan. Mahasiswa aktif Unisma saat ini tembus 11.715 orang. Mereka tersebar di 38 program studi.

​Prestasinya? Ini yang bikin geleng-geleng kepala. Sebanyak 20 program studi sudah terakreditasi Unggul di level nasional.

​Hebatnya lagi, tujuh di antaranya sudah menggenggam akreditasi internasional. Dari mana? Jerman! Lembaga sekelas ASIIN dan FIBAA yang mengujinya. Bidang peternakan, pertanian, hukum, hingga akuntansi mereka sudah standar Eropa.

​”Langkah penjaminan mutu internasional ini adalah bukti konkret komitmen kami,” tambah Junaidi.
​Kepercayaan Jakarta pun menebal. Tahun akademik baru ini, Kemendiktisaintek memberi kado indah: izin operasional dua prodi baru. Magister Pertanian Berkelanjutan dan Sarjana Sains Lingkungan. Lima prodi baru lainnya – termasuk dua program doktor – sedang mengantre di pipa perizinan.

​Lalu lihat rapor pemeringkatan global tahun 2026 ini. Mentereng.
​Unisma menembus peringkat 1001-1500 dunia versi Times Higher Education. Di dalam negeri, versi Webometrics, Unisma menduduki peringkat 60 PTN/PTS se-Indonesia. Di level swasta? Peringkat 12 nasional.

​Dan ini yang paling monumental: Unisma dinobatkan sebagai Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) peringkat 1 se-Indonesia! Sah. Terbaik di kalangan hijau.

Baca Juga:  Unisma Siap Back Up Mujahadah Kubro Satu Abad NU

​Namun, momen paling menyentuh justru terjadi di penghujung acara. Saat Rektor harus mengembalikan para lulusan kepada orang tua mereka. Amanah besar itu telah selesai ditunaikan.

​”Kami ikhlas dan ridlo ilmu dosen-dosen kami diturunkan kepada kalian semua. Semoga menjadi ilmu yang manfaat dan barokah,” tutur Prof. Junaidi. Suaranya agak bergetar di bagian ini. Ada keikhlasan guru yang luar biasa di sana.

​Sebelum menutup pidato, sang Rektor memandang tajam ke arah ratusan wisudawan yang memakai toga. Ia memberikan pesan yang sangat emosional. Pesan dari seorang ayah kepada anak-anaknya yang akan merantau.

​”Unisma adalah rumah kalian,” katanya. “Oleh karenanya, jika sedang berkunjung ke Malang, tengoklah rumahmu. Bersilaturohmilah ke dosen-dosenmu.”

​Sebuah penutup yang indah. Selamat berjuang, anak-anak muda. Rumah kalian di Malang sudah menjadi menara dunia. Kini giliran kalian yang harus terbang melesat lebih tinggi! (*)

Berita Terkini

spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img