IDEA JATIM, BATU – Pemerintah Kota Batu secara resmi meluncurkan Sistem Informasi Penataan dan Penaatan (SIPP) Integrasi. Langkah ini menandai babak baru dalam tata kelola lingkungan hidup di Kota Batu yang kini bertransisi penuh ke arah berbasis digital.
Peluncuran sistem mutakhir ini sekaligus menjadi acara puncak dari rangkaian festival lingkungan, Batu Greenation Fest 2026, yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu pada Jumat (26/6) malam.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni, menegaskan bahwa kolaborasi antara integrasi teknologi dan penguatan kebijakan merupakan kunci utama komitmen pemerintah untuk menjaga kelestarian ekosistem kota secara berkelanjutan.
Selama ini, pengelolaan data lingkungan di Kota Batu dinilai masih terkotak-kotak (terfragmentasi dalam silo-silo data), sehingga sering kali menghambat proses pengambilan keputusan strategis. Kehadiran SIPP Integrasi ini diharapkan mampu memecah hambatan tersebut dan membawa Kota Batu menuju era tata kelola yang proaktif serta prediktif berdasarkan data real-time.
”SIPP ini merupakan arsitektur kecerdasan ekologis kita. Di dalamnya terdapat sistem berbasis sensor IoT, seperti SIMAS untuk monitoring kualitas air, E-Tanam untuk pemetaan pohon presisi, hingga sirkularitas ekonomi lewat metrik E-Simsat dan manajemen bank sampah Simbastu,” jelas Dian Fachroni.

Selain memanfaatkan teknologi digital, Pemkot Batu juga memposisikan dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) sebagai acuan krusial. Dokumen ini bertindak sebagai “sabuk pengaman” agar roda perekonomian di sektor vital seperti pariwisata, pertanian, dan UMKM bisa terus maju tanpa harus merusak atau melampaui daya dukung dan daya tampung alam sekitar.
Dian juga menambahkan bahwa selain fokus pada digitalisasi, pembentukan karakter peduli lingkungan sejak dini dan penerapan ekonomi sirkular di tingkat komunitas sama pentingnya. Oleh karena itu, dalam rangkaian festival yang telah bergulir sejak 28 Mei hingga 27 Juni 2026 tersebut, DLH Kota Batu menggelar berbagai program pemberdayaan masyarakat, seperti Adiwiyata, Eco Pesantren, Saka Kalpataru, hingga Program Kampung Iklim (Proklim).
Apresiasi untuk Pionir Lingkungan di Malam Greenovation 2026
Sebagai bentuk penghargaan terhadap aksi nyata di masyarakat, Pemkot Batu menggelar Malam Penganugerahan Greenovation 2026 guna memberikan apresiasi kepada para pionir lingkungan di tingkat tapak.
Dalam momen penghargaan tersebut, Pondok Pesantren Al Irsyad Tengaran 07 berhasil meraih penghargaan untuk kategori Eco Pesantren berkat perannya sebagai pionir model pesantren yang hijau dan mandiri.
Apresiasi juga diberikan kepada tingkat dusun melalui kategori Program Kampung Iklim (Proklim), yang sukses disabet oleh tiga wilayah sekaligus, yaitu Dusun Wonorejo, Dusun Krajan, dan Dusun Kajang. Sementara itu, untuk kategori Desa Berseri, penghargaan jatuh kepada Desa Tulungrejo dan Kelurahan Dadaprejo yang dinilai sangat berhasil dalam manajemen tata ruang serta konsisten melakukan pemilahan sampah langsung dari sumbernya.
Menutup laporannya, Kepala DLH Kota Batu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa berkomitmen dan patuh terhadap batasan lingkungan, yang ia istilahkan sebagai “Garis Hijau”.
”Ketika kita bertindak menjaga alam dengan memilah sampah, mengurangi plastik, dan menjaga mata air, kita sedang bergerak tepat di atas Garis Hijau. Mari terus melangkah bersama demi merawat hari ini dan mewariskan masa depan yang hijau bagi generasi mendatang,” pungkas Dian. (*)




