IDEA JATIM, BATU – Wali Kota Batu, Nurochman, menyampaikan pesan mendalam mengenai kelestarian alam dalam sambutannya di acara Anugerah Lingkungan Hidup 2026 Kota Batu. Ia menyoroti bagaimana kreativitas generasi muda dapat mengubah stigma, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berefleksi atas kerusakan ekosistem yang tengah terjadi.
Dalam kesempatan tersebut, Nurochman memberikan apresiasi tinggi kepada para siswa SMA Negeri 1 yang dinilai mampu mengubah pandangan masyarakat terhadap limbah.
“Bahan-bahan yang selama ini kita kenal sebagai sampah, tetapi di tangan anak-anak dari SMA Negeri 1 (dapat menjadi hal yang berbeda),” ujarnya penuh apresiasi.

Namun, di sisi lain, beliau juga menyampaikan kritik tajam yang digambarkan melalui kondisi ekosistem perairan saat ini. Ia mengingatkan bahwa tumpukan sampah di aliran sungai telah membawa dampak fatal bagi biota air.
”Digambarkan seekor ikan yang tentunya dengan banyaknya sampah di kali, di sungai, mengakibatkan ekosistemnya rusak, sehingga ikan-ikan banyak yang mati,” ungkapnya.
Nurochman menegaskan bahwa potret kerusakan ini merupakan sebuah kritik yang harus segera direspon secara konkret oleh jajaran Pemerintah Kota Batu dan seluruh masyarakat. Ia pun membuka pintu bagi para pegiat maupun masyarakat untuk bersama-sama merumuskan kebijakan yang berpihak pada alam.
”Datangi saya ketika ada kebijakan-kebijakan yang berpotensi merusak lingkungan. Mari kita bersama-sama duduk untuk merumuskan kebijakan-kebijakan sebagai sebuah komitmen yang harus terus kita tunjukkan,” tegas Wali Kota.
Di akhir sambutannya, Nurochman mengajak seluruh warga Kota Batu untuk lebih peka. Menurutnya, masyarakat yang tinggal di pusat kota sering kali tidak merasakan langsung dampak dari kerusakan lingkungan yang mereka perbuat secara sadar.
”Ini adalah sebuah perenungan yang harusnya kita lakukan. Mungkin kita tidak merasakan langsung karena kita ada di pusat-pusat kota. Atas akibat-akibat dari perilaku kita semuanya, masyarakat, yang secara sadar melakukan perusakan-perusakan lingkungan, tetapi mereka tidak berpikir bahwa masa depan sedang terancam oleh perilaku kita hari ini,” pungkasnya. (*)




