IDEA JATIM, BATU – Ketika mendengar kata buaya, sebagian besar orang mungkin membayangkan reptil besar dengan moncong lebar dan tubuh kokoh. Namun, tidak semua spesies buaya memiliki karakteristik tersebut. Di area reptil Batu Secret Zoo Jatim Park 2, pengunjung dapat menemukan False Gharial atau Sinyulong (Tomistoma schlegelii), spesies buaya unik yang memiliki moncong panjang dan ramping berbeda dari buaya pada umumnya.
Keunikan bentuk tubuh Sinyulong menjadi salah satu fakta menarik yang kerap mencuri perhatian pengunjung, terutama selama periode liburan sekolah. Sebagai salah satu satwa asli Asia Tenggara, spesies ini memiliki adaptasi khusus yang membedakannya dari kerabat dekatnya seperti buaya muara maupun aligator.
Agus Mulyanto, General Manager Jawa Timur Park 2, mengatakan bahwa keberadaan satwa-satwa unik di Batu Secret Zoo menjadi sarana edukasi yang memungkinkan pengunjung mengenal lebih dekat keanekaragaman hayati dunia.
“Melalui koleksi satwa yang beragam, pengunjung dapat memahami bahwa setiap spesies memiliki karakteristik dan adaptasi yang berbeda sesuai habitatnya. Sinyulong menjadi salah satu contoh menarik bagaimana alam membentuk satwa dengan ciri khas yang unik untuk mendukung kelangsungan hidupnya,” ujarnya.
False Gharial merupakan salah satu dari dua spesies gharial yang masih ada di dunia. Jika gharial dikenal hidup di wilayah India, maka False Gharial atau Sinyulong dapat ditemukan di kawasan Asia Tenggara. Meski sama-sama memiliki moncong yang relatif sempit, Sinyulong memiliki bentuk moncong yang melebar ke arah pangkal, berbeda dengan gharial India yang memiliki ukuran moncong relatif seragam dari pangkal hingga ujung.
Bentuk moncong tersebut bukan tanpa fungsi. Struktur yang lebih ramping membantu Sinyulong berburu mangsa berukuran kecil seperti ikan, mamalia kecil, maupun reptil kecil lainnya yang hidukeci sekitar perairan. Adaptasi ini menjadikan Sinyulong sebagai predator Fakta unik lainnya, seluruh spesies gharial hanya dapat ditemukan di habitat air tawar seperti sungai, rawa, dan kawasan perairan daratan lainnya.
Kondisi lingkungan yang sehat menjadi faktor penting bagi keberlangsungan hidup satwa ini di alam liar.
Melalui pengenalan satwa seperti Sinyulong, Batu Secret Zoo mengajak pengunjung untuk memahami bahwa setiap spesies memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Edukasi mengenai satwa dan habitatnya diharapkan dapat menumbuhkan
kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi keanekaragaman hayati. Sebagai salah satu destinasi wisata Batu yang menggabungkan unsur rekreasi, edukasi, dan
konservasi, Batu Secret Zoo terus menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi keluarga.
Berbagai koleksi satwa unik dari Indonesia maupun mancanegara menjadi pilihan aktivitas edukatif selama liburan sekolah sekaligus memperkaya wawasan pengunjung tentang kekayaan dunia satwa. Informasi tiket dan promo terbaru dapat diakses melalui website resmi jtp.id serta Instagram dan TikTok @jatimparkdua @jawatimurpark. (*)




