IDEA JATIM, BATU – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) akan memulai proyek strategis Pekerjaan Preservasi di Simpang Empat PaTIH (Panglima Sudirman, Trunojoyo, Indragiri, dan Hasanudin) pada Senin, 29 Juni 2026.
Proyek pengerjaan pondasi perkerasan jalan ini diproyeksikan berlangsung selama 150 hari ke depan. Untuk mengantisipasi kemacetan, Pemkot Batu bersinergi dengan Dishub Kota Batu, Dishub Jatim, dan Satlantas Polres Batu untuk menerapkan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL).
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Proyek ini sangat penting demi meningkatkan kualitas infrastruktur dan kenyamanan berkendara jangka panjang di Kota Batu,” ujar Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Batu, Eko Suhartono, Minggu (28/6).
Guna mencegah penumpukan kendaraan (bottleneck) di pusat kota, skema jalur alternatif dibagi berdasarkan jenis kendaraan Kendaraan Angkutan Barang Berat (Truk & Bus): Dialihkan melalui: Jl. Abdul Gani Jl. Ahmad Yani Jl. Panglima Sudirman.
Kemudian Kendaraan Roda 2 & Roda 4 (Mobil Pribadi/Motor) d ialihkan melalui: Jl. Suropati Jl. Hasanudin Jl. Melati Jl. Trunojoyo Jl. Panglima Sudirman.
Rakayasa sifatnya kondisional atau periode pengalihan akses jalan dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan dinamika pengerjaan di lapangan.
Rekayasan diprioritaskan jalur luar lota atau bagi masyarakat atau wisatawan yang tidak memiliki kepentingan mendesak, disarankan memilih jalur alternatif luar kota untuk menghindari penumpukan.
Pemkot Batu meminta pengendara patuhi petugas, tetap sabar, mengutamakan keselamatan, dan mematuhi rambu serta arahan petugas di lapangan.
Untuk memantau perkembangan arus lalu lintas secara berkala (real-time), Anda dapat mengecek akun media sosial resmi @dishubkotabatu dan @dpuprkwb. (*)




