Sinergi AI, Kearifan Lokal, dan Transparansi: UNMER Malang Kukuhkan 3 Guru Besar Baru

IDEA JATIM, ​MALANG – Universitas Merdeka (UNMER) Malang kembali memperkuat barisan akademisnya dengan mengukuhkan tiga guru besar baru dalam Rapat Terbuka Senat di Ruang PPI Gedung Rektorat, Senin (15/6/2026). Tidak sekadar seremonial, pengukuhan ini memunculkan tiga gagasan besar yang siap menjawab tantangan zaman: mulai dari optimalisasi kecerdasan buatan (AI), pelestarian kearifan lokal di era modern, hingga transparansi tata kelola keuangan.

​Ketiga akademisi yang resmi menyandang gelar profesor tersebut adalah:

​Prof. Dr. Bambang Supriadi, S.E., M.M. (Bidang Ilmu Ekonomi Pariwisata)

​Prof. Dr. Harianto Respati, S.E., M.M. (Bidang Ilmu Manajemen Strategi)

​Prof. Dr. Harmono, S.E., M.Si. (Bidang Ilmu Manajemen Keuangan)

​Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Bambang Supriadi mengingatkan bahwa di era Revolusi Industri 5.0, sektor pariwisata tidak boleh melulu bergantung pada kecanggihan teknologi. Menurutnya, fondasi utama destinasi wisata yang berdaya saing justru terletak pada kekuatan kearifan lokal masyarakatnya.

​Menyambung hal tersebut, Prof. Harianto Respati membedah fenomena Artificial Intelligence (AI) yang belakangan memicu kekhawatiran publik. Ia menegaskan bahwa AI bukanlah ancaman yang akan menggeser posisi manusia, melainkan alat strategis. ​Dia mengatakan, Teknologi AI justru harus dimanfaatkan untuk membuat tata kelola organisasi menjadi jauh lebih responsif, adaptif, dan akurat.

​Sementara dari sudut pandang tata kelola, Prof. Harmono menyoroti pentingnya integritas lewat pendekatan Balanced Scorecard dalam manajemen keuangan. Bagi Harmono, kesuksesan finansial tidak boleh hanya diukur dari deretan angka di atas kertas, melainkan harus linier dengan kualitas pelayanan dan pengembangan sumber daya manusia.

​Rektor UNMER Malang, Dr. Prihat Assih, SE., M.Si., Ak., CSRS., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus memberikan pesan kuat bagi ketiga guru besar baru.
​”Gelar profesor bukanlah akhir dari pencapaian, melainkan awal dari tanggung jawab sosial yang jauh lebih luas. Teruslah menjadi pelita yang menerangi, baik bagi sivitas akademika UNMER Malang maupun bagi masyarakat luas,” tegas Dr. Prihat Assih.

​Lahirnya gagasan-gagasan solutif dari ketiga profesor ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen UNMER Malang dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada pilar Pendidikan Berkualitas (SDG 4), Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (SDG 9), serta Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG 17).

​Prosesi khidmat ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala BRIDA Kabupaten Malang Dr. Ricky Meinardhy, Ketua Umum Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Merdeka Malang Brigjen TNI (Purn) Adam Suwarno Pangeran, serta Ketua Senat Prof. Dr. Kasuwi Saiban. (*)

- Advertisement - SPMB

Berita Terkini

Program Ta’lim 16 Tahun Terjaga, MTs Almaarif 01 Singosari Cetak Generasi Qurani Adaptif

IDEAJATIM.ID, MALANG – Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan...

Ratusan Siswa Unjuk Potensi di Gelar Ekstra 2026 MTs Almaarif 01 Singosari, Dari Tahfidz hingga Riset

IDEAJATIM.ID,MALANG – Sorak tepuk tangan tak pernah berhenti menggema...

Bikin Takjub Kakanwil Kemenag Jatim, Siswa MIN 2 Kota Malang Jago Baca Kitab Kuning

IDEA JATIM, MALANG – Decak kagum dan apresiasi mendalam...
spot_img
Berita Terkait