IDEA JATIM, MALANG – Decak kagum dan apresiasi mendalam datang dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I. Saat menghadiri acara Purnawiyata dan Gelar Prestasi MIN 2 Kota Malang di Hotel Aria Gajayana, Senin (15/6), Bahtiar mengaku dibuat takjub oleh kemampuan para siswa madrasah ibtidaiyah tersebut yang sudah mahir membaca Kitab Kuning.
Rasa bangga itu bahkan diungkapkannya lewat sebuah kelakar yang disambut tawa dan tepuk tangan riuh dari seluruh hadirin.
”Saya ini mondok bertahun-tahun enggak bisa baca kitab, Pak. Ini anak-anak baru belajar dua tahun sudah bisa baca kitab. Luar biasa,” ujar Bahtiar disambut aplaus meriah.
Dalam sambutannya, Bahtiar menegaskan bahwa keputusan para orang tua menitipkan anak-anak mereka di MIN 2 Kota Malang adalah langkah yang sangat tepat. Ia kemudian mengutip pemikiran teolog legendaris, Imam Al-Ghazali, dalam kitab Ihya Ulumuddin pada bab Ayyuha al-Walad mengenai tartibul ulum (tertibnya ilmu).
Menurutnya, hal pertama yang wajib dikenalkan kepada anak-anak sejak dini adalah ilmu yang berkaitan dengan fardu ain. Mulai dari penanaman akidah, ketauhidan untuk mengenal keesaan Allah, hingga pemahaman muamalah dan fikih ibadah.
”Salat kita sah atau tidaknya itu tergantung apakah bacaan Surah Al-Fatihahnya sudah benar atau belum. Benar makhraj hurufnya, benar tajwidnya. Kalau tidak benar, tidak diterima salatnya. Makanya, apa yang diajarkan di MIN 2 ini sudah sangat benar menurut Imam Al-Ghazali,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bahtiar mengingatkan bahwa kunci sukses di dunia dan akhirat adalah dengan memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta (hablum minallah). Namun, ibadah yang tekun seperti salat fardu, tahajud, dan duha juga harus diimbangi dengan akhlak yang baik agar tidak memicu sifat sombong. Di sinilah pentingnya peran ilmu tasawuf.
”Anak-anak harus diajari ilmu tasawuf agar mereka tidak sombong, selalu sabar, dan ikhlas. Bagaimana cara kita sopan kepada Allah, kepada Rasulullah, orang tua, guru, dan sesama makhluk. Dengan fondasi ini, insyaallah anak-anak kita tidak akan tersesat di dunia yang luas ini,” pungkasnya.
Acara purnawiyata ini pun berlangsung khidmat sekaligus menjadi bukti nyata bahwa MIN 2 Kota Malang berhasil mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga matang secara spiritual dan berakhlak mulia. (*)





