IDEA JATIM, LONDON – Universitas Islam Malang (UNISMA) terus berlari kencang dalam mewujudkan ambisinya menuju panggung dunia. Langkah konkret tersebut dibuktikan melalui kunjungan resmi delegasi tingkat tinggi UNISMA ke salah satu kampus terbaik dunia, King’s College London, pada Jumat, 12 Juni 2026. Pertemuan strategis ini menjadi bagian dari safari akademik UNISMA di daratan Eropa untuk memperkuat jejaring internasional.
Delegasi UNISMA dipimpin langsung oleh Rektor Prof. Junaidi Mistar, Ph.D., didampingi oleh Ketua Umum Yayasan UNISMA Prof. Dr. Ir. Agus Sugianto, S.T., M.P., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, SDM, dan Keuangan Dr. H. Ronny Malavia Mardani, S.E., M.M., MOS, serta Ketua Lembaga Urusan Internasional (Office of International Affairs) Asst. Prof. Dr. Imam Wahyudi Karimullah, M.A. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Professor Simon Tanner selaku King’s Rector for Indonesia and Southeast Asia.
Dalam pertemuan yang berlangsung produktif tersebut, Rektor UNISMA, Prof. Junaidi Mistar, Ph.D., menegaskan bahwa reputasi kuat King’s College London di bidang pendidikan, riset, kesehatan, dan kebijakan publik menjadi alasan utama inisiasi kemitraan ini. Ia optimis kolaborasi ini akan membawa dampak besar bagi institusi yang dipimpinnya.
”Kami melihat banyak peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama King’s College London, baik dalam bidang penelitian, publikasi internasional, pertukaran akademisi, maupun pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa. Kemitraan ini diharapkan dapat memperkuat kualitas akademik dan internasionalisasi UNISMA,” ujar Prof. Junaidi.
Bak gayung bersambut, Professor Simon Tanner memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen global UNISMA. Ia menilai bahwa sinergi antara perguruan tinggi di Inggris dan Indonesia memiliki masa depan yang sangat cerah dalam ekosistem pendidikan global. ”Kolaborasi antara perguruan tinggi di Inggris dan Indonesia memiliki potensi besar untuk menghasilkan penelitian yang berdampak serta memperkuat pertukaran pengetahuan lintas negara,” tutur Professor Simon Tanner.
Kedua belah pihak sepakat untuk segera mengidentifikasi bidang-bidang prioritas yang dapat langsung diimplementasikan. Program-program tersebut mencakup joint research, joint publication, kuliah tamu internasional, mobilitas dosen dan mahasiswa, hingga akses pada skema pendanaan riset internasional. Selain itu, aspek modern seperti transformasi digital pendidikan dan penguatan kapasitas publikasi global juga menjadi sorotan utama dalam diskusi.
Kunjungan ke London ini merupakan bagian dari rangkaian misi internasional UNISMA di Eropa yang melintasi Jerman, Belanda, Belgia, Prancis, dan Austria. Melalui perluasan kemitraan ini, UNISMA memantapkan langkahnya menuju World Class University dan Entrepreneurial University demi mencetak lulusan yang berdaya saing global. (*)





