Lawan Skill Gap, 100 Guru SMK Jatim Perbarui Amunisi IT Network di Malang

IDEA JATIM, ​MALANG – Sebanyak 100 guru produktif pilihan dari 24 Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur berkumpul di Hotel Tuwuh, Malang, untuk mengikuti workshop penguatan kompetensi IT Network System Administration. Agenda yang berlangsung selama tiga hari sejak Selasa (28/4) ini bertujuan memangkas kesenjangan keterampilan (skill gap) antara dunia pendidikan dan industri.

​Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, hadir memberikan arahan tajam bagi para pengajar jenjang SMK tersebut. Ia menegaskan bahwa guru adalah jembatan utama menuju masa depan bangsa yang tidak boleh kalah cepat dengan perkembangan teknologi.

​”Guru tidak boleh berhenti belajar. Jika guru berhenti belajar, maka transformasi pendidikan di Jawa Timur akan terhambat,” tegas Aries di hadapan para peserta.

​Aries menekankan tiga pilar utama yang harus dimiliki pendidik saat ini: adaptabilitas, jejaring industri, dan penguatan karakter siswa. Menurutnya, buku teks tidak lagi cukup jika teknologi di luar sana sudah berganti generasi.

Guru dituntut memperbarui pemahaman administrasi sistem jaringan sesuai standar global.
​Workshop ini tidak hanya menjadi rutinitas administratif, melainkan forum bedah tuntas aspek pedagogik dan profesionalisme. Materi pembelajaran disinkronkan langsung dengan kebutuhan pasar kerja, melibatkan pakar dari Universitas Negeri Malang (UM) hingga praktisi dari Aliansi IT ID. ​”Kami ingin adanya pemahaman bersama mengenai penguatan materi ajar dan asesmen kompetensi yang standar,” tambah Aries.

​Target dari sinkronisasi ini sangat jelas: melahirkan lulusan SMK yang “siap tempur” di Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA). Aries berharap Jawa Timur tetap konsisten menjadi barometer pendidikan vokasi di tingkat nasional melalui peningkatan kapasitas SDM yang berkelanjutan.

​Sebagai penutup, ia mengingatkan bahwa sertifikasi teknis memang wajib, namun membangun mentalitas pemenang bagi siswa adalah fondasi yang jauh lebih fundamental.
​”Kami berkomitmen mendukung penuh peningkatan kapasitas guru. SMK harus melahirkan generasi penggerak ekonomi, bukan sekadar pencari kerja,” pungkasnya optimis.

​Kini, 100 guru tersebut diharapkan menjadi motor penggerak transformasi di sekolah masing-masing, membawa wajah SMK Jawa Timur menjadi lebih progresif, kompetitif, dan relevan dengan tantangan zaman. (*)

Berita Terkini

“Berani Bicara Inggris: Stop English Shaming!”

Bahasa Inggris saat ini telah menjadi keterampilan yang sangat...

Direktur Polinema Tegaskan Pentingnya Kejujuran dalam Subsidi Silang

IDEA JATIM, ​MALANG – Di tengah mencuatnya isu kenaikan...

UB Siapkan Benteng Mental Mahasiswa

IDEA JATIM, MALANG – Tekanan akademik dan perubahan gaya...
spot_img
Berita Terkait