IDEA JATIM, MALANG – Di tengah pesatnya perkembangan era digital yang ibarat pedang bermata dua, STIE Malangkuçeçwara (ABM) mengambil langkah berani untuk membentengi mahasiswanya. Melalui kolaborasi antara UKM Wahana Pengembangan dan Penalaran Ilmiah (WAPPIM) serta Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM), institusi ini menggelar seminar nasional bertajuk “Akselerasi Literasi Keuangan: Mengintegrasikan Perencanaan dan Implementasi Investasi di Pasar Modal” di Gedung Padepokan pada Senin (27/4).
Langkah edukasi ini dianggap mendesak mengingat jebakan investasi bodong kini terus mengintai di balik layar ponsel setiap saat. Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, kampus menghadirkan “Segitiga Emas” investasi Indonesia sebagai narasumber, yakni Muhammad Azwar Anas selaku Senior Assistant Manager OJK Malang, Rahmat Fajar Basarda sebagai Deputi Kepala Wilayah PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Fajar Imanuddin selaku PLT Branch Manager Phintraco Sekuritas Cabang Surabaya.
Wakil Ketua III bidang Kemahasiswaan STIE Malangkuçeçwara, Dr. Drs. Kadarusman, M.M., Ak., CA., AFA., menekankan pentingnya kesadaran finansial bagi generasi muda. Ia mengingatkan bahwa mahasiswa harus memiliki filter yang kuat terhadap segala bentuk tawaran keuangan yang bertebaran di media sosial agar mampu membedakan instrumen legal dari sekadar penipuan.
”Mahasiswa diharapkan memiliki kapasitas dan literasi tentang keuangan yang mumpuni. Kita harus waspada karena sering kali muncul tawaran investasi dengan fixed income 5 persen atau 10 persen sebulan. Itu sangat menarik secara visual, tapi risikonya sangat besar dan bisa dikatakan sebagai investasi bodong,” tegas Kadarusman di hadapan para peserta.
Ketertarikan mahasiswa terhadap isu ini tergolong sangat tinggi, mengingat topik literasi keuangan sangat relevan dengan bidang studi Akuntansi dan Manajemen yang mereka tekuni. Melalui wadah KSPM, para mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga didorong untuk mulai terjun langsung sebagai investor sejak dini guna merasakan dinamika pasar yang asli.
Kadarusman menambahkan bahwa pengalaman nyata di pasar modal merupakan investasi mental yang sangat berharga bagi masa depan mahasiswa. Menurutnya, terjun ke dunia investasi sejak di bangku kuliah akan membentuk karakter yang tangguh dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.
”Banyak mahasiswa kita yang sudah mulai investasi di pasar modal. Walaupun kita tahu kapasitasnya tentu sebagai investor mahasiswa, ini adalah modal mental yang luar biasa,” jelas Kadarusman.
Melalui sinergi rutin bersama OJK dan BEI, STIE Malangkuçeçwara berupaya memastikan mahasiswanya memiliki pondasi finansial yang kokoh. Dengan literasi yang tajam, diharapkan mereka tidak hanya mampu menyelamatkan aset pribadi dari penipuan, tetapi juga mulai membangun kemandirian ekonomi secara cerdas, terukur, dan berkelanjutan. (*)





