IDEA JATIM, KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri bersama jejaring Indonesia Creative Cities Network (ICCN) menggelar audiensi strategis dalam rangka memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah melalui pembentukan Kediri Creative Hub (KCH) sebagai Forum Lintas Komunitas (FLK) dan simpul jejaring ICCN di Kota Kediri. Audiensi yang berlangsung di Ruang Kerja Wali Kota Kediri tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, didampingi jajaran Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri, serta dihadiri para pelaku ekonomi kreatif, komunitas lintas subsektor, dan jejaring ICCN.
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat kreatif sebagai fondasi pembangunan Kota Kediri yang berbasis kreativitas, budaya, inovasi, dan kewirausahaan. Melalui pembentukan Kediri Creative Hub, berbagai potensi kreatif yang selama ini tumbuh dan berkembang di masyarakat diharapkan dapat terhubung dalam satu ekosistem yang lebih terorganisasi, inklusif, dan berkelanjutan.
Audiensi menghadirkan Ketua Harian ICCN, Vicky Arief, sebagai pembicara utama yang menyampaikan perspektif nasional mengenai pengembangan kota kreatif, penguatan Forum Lintas Komunitas, serta pentingnya kolaborasi multipihak dalam membangun daya saing daerah berbasis ekonomi kreatif. Dalam kesempatan tersebut, Vicky Arief didampingi oleh Muhammad Anwar, Ketua Koordinator Daerah ICCN Jawa Timur, serta Taufiq Saguanto, penggerak Malang Creative Fusion (MCF) yang selama ini dikenal sebagai salah satu praktik baik pengembangan Forum Lintas Komunitas dan ekosistem kreatif di Jawa Timur.

Selama kurang lebih satu setengah jam, audiensi berlangsung dalam suasana yang hangat, akrab, dan penuh semangat kolaborasi khas para penggerak Kota Kreatif. Diskusi berjalan secara interaktif dengan pertukaran gagasan mengenai pengembangan ekonomi kreatif, penguatan talenta lokal, pengelolaan subsektor unggulan, pembangunan ruang kreatif, hingga strategi memperluas jejaring antar pelaku ekonomi kreatif. Suasana yang cair dan penuh antusiasme mencerminkan semangat gotong royong, keterbukaan, dan kolaborasi yang selama ini menjadi ruh gerakan kota kreatif di Indonesia.
Dalam pemaparannya, Vicky Arief menegaskan bahwa keberhasilan sebuah kota kreatif tidak hanya ditentukan oleh keberadaan program pemerintah, tetapi juga oleh kemampuan daerah membangun ruang kolaborasi yang mempertemukan komunitas, pelaku usaha, akademisi, media, dan pemerintah dalam satu ekosistem yang saling terhubung.
“Forum Lintas Komunitas menjadi instrumen penting untuk menghimpun berbagai potensi kreatif agar berkembang menjadi inovasi, memperkuat identitas daerah, sekaligus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kota kreatif yang kuat lahir dari kolaborasi yang kuat,” ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Anwar menjelaskan bahwa Forum Lintas Komunitas merupakan model kolaborasi yang dikembangkan dalam ekosistem ICCN untuk menghimpun berbagai SIMPUL kreatif, yaitu individu, komunitas, organisasi, maupun lembaga yang aktif mengembangkan subsektor ekonomi kreatif di daerah.
Menurutnya, Kota Kediri memiliki modal sosial, kekuatan komunitas, dan potensi budaya yang sangat besar untuk dikembangkan melalui pendekatan kolaboratif.
“Kediri memiliki energi kreatif yang luar biasa. Melalui Kediri Creative Hub, berbagai simpul kreatif dapat terhubung, saling menguatkan, dan bergerak bersama dalam satu arah pembangunan yang lebih terukur serta terkoneksi dengan jejaring kreatif tingkat provinsi maupun nasional,” jelas Anwar.
Pengalaman praktik baik juga disampaikan oleh Taufiq Saguanto yang berbagi perjalanan Malang Creative Fusion dalam membangun ekosistem kreatif berbasis kolaborasi.
“Kunci keberhasilan forum lintas komunitas adalah menjaga ruang dialog tetap terbuka, membangun rasa saling percaya, dan memastikan setiap pihak memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi. Kolaborasi yang sehat akan melahirkan inovasi dan dampak yang lebih besar,” ungkapnya.
Dalam forum tersebut disepakati pembentukan Kediri Creative Hub (KCH) sebagai wadah kolaborasi lintas komunitas yang berfungsi sebagai Forum Lintas Komunitas sekaligus simpul jejaring ICCN di Kota Kediri. KCH akan menjadi ruang komunikasi, koordinasi, pembelajaran, konsolidasi, dan kolaborasi yang mempertemukan komunitas kreatif, pelaku usaha, akademisi, media, pegiat budaya, dan pemerintah daerah dalam satu ruang gerak bersama.
Sebagai langkah awal, forum menyusun struktur penggerak Kediri Creative Hub yang terdiri atas Jamran dari subsektor kriya dan Ducang dari subsektor media dan advertising sebagai penasihat, Eko Nugroho dari subsektor event dan seni pertunjukan sebagai ketua, Harianto dari subsektor film sebagai sekretaris, Nowo Doso dari subsektor kuliner sebagai bendahara, serta Bayu Kale Apri sebagai anggota penggerak.
Mewakili pengurus KCH yang baru terbentuk, Ketua Kediri Creative Hub, Eko Nugroho, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Kediri, ICCN, serta seluruh komunitas kreatif yang terlibat dalam proses pembentukan forum tersebut.
“Kediri Creative Hub kami maknai sebagai rumah bersama bagi seluruh komunitas dan pelaku ekonomi kreatif Kota Kediri. Forum ini bukan milik satu kelompok atau subsektor tertentu, melainkan ruang kolaborasi yang terbuka untuk semua pihak yang memiliki komitmen membangun Kota Kediri melalui kreativitas, budaya, dan inovasi. Berjejaring dengan ICCN sudah dirintis lama sejak 2016 oleh Omah Panji Kediri era mas Jamran. Hadirnya KCH hari ini untuk meneguhkan kolaborasi yang semakin berkelanjutan,” ujar Eko.
Ia menambahkan bahwa KCH akan fokus pada konsolidasi komunitas, pemetaan potensi kreatif daerah, pengembangan talenta, serta penguatan kolaborasi lintas subsektor sebagai fondasi menuju Kota Kediri yang semakin kreatif dan berdaya saing.
Dalam proses pembentukan tersebut, pengurus KCH juga mendapatkan pendampingan langsung dari Ketua Harian ICCN, Vicky Arief, dan Koordinator Daerah ICCN Jawa Timur, Muhammad Anwar, sehingga arah pengembangan forum tetap sejalan dengan prinsip-prinsip penguatan ekosistem kreatif yang dikembangkan dalam jejaring ICCN secara nasional.
Forum juga mengidentifikasi sejumlah subsektor potensial yang selama ini berkembang di Kota Kediri, antara lain kuliner, kriya, film, media dan advertising, seni pertunjukan, musik, fotografi, desain komunikasi visual, fesyen, event organizer, serta ekonomi digital dan aplikasi kreatif. Subsektor-subsektor tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif daerah sekaligus mendukung penguatan program Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (KaTa Kreatif).
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyambut positif pembentukan Kediri Creative Hub dan menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif memiliki peran yang sangat strategis sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ekonomi kreatif bukan hanya menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja baru, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat identitas budaya lokal, serta mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, adaptif, dan berdaya saing,” tegas Vinanda.
Wali Kota juga menilai bahwa komunitas kreatif memiliki kontribusi besar dalam menciptakan ruang-ruang inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan masa depan. Karena itu, Pemerintah Kota Kediri berkomitmen membuka ruang kemitraan yang seluas-luasnya dengan komunitas, dunia usaha, akademisi, media, dan berbagai pemangku kepentingan agar ekonomi kreatif dapat berkembang menjadi salah satu pilar utama pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Bambang Priambodo, menyatakan komitmennya untuk terus membangun sinergi bersama Kediri Creative Hub dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Kota Kediri.
“Kami siap mendorong keterlibatan aktif komunitas kreatif dalam berbagai program pembangunan daerah sekaligus mengawal langkah Kota Kediri menuju penguatan ekosistem KaTa Kreatif Indonesia melalui pemetaan potensi, pengembangan talenta, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan jejaring, dan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, forum menyepakati beberapa agenda strategis, yaitu finalisasi struktur organisasi Kediri Creative Hub, pendataan komunitas dan pelaku ekonomi kreatif, penyusunan roadmap ekonomi kreatif daerah, pelaksanaan forum-forum tematik lintas subsektor, deklarasi resmi Kediri Creative Hub, serta penguatan jejaring dengan ICCN Jawa Timur dan ICCN Nasional.
Melalui pembentukan Kediri Creative Hub sebagai Forum Lintas Komunitas dan simpul jejaring ICCN, Kota Kediri menunjukkan komitmennya untuk membangun ekosistem kreatif yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan. Kehadiran KCH diharapkan menjadi rumah besar kolaborasi yang mampu menghimpun energi kreatif masyarakat, memperkuat sinergi pentahelix, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mengakselerasi transformasi Kota Kediri menuju kota kreatif yang berdaya saing, berkarakter budaya, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. (*)





