IDEAJATIM.ID, KOTA PASURUAN – Pencegahan anemia dan stunting tak cukup hanya mengandalkan program pemerintah. Remaja juga didorong menjadi penggerak perubahan di lingkungan sekolah.
Pesan tersebut mengemuka dalam Gerakan Aksi Bergizi yang digelar Dinas Kesehatan Kota Pasuruan bersama kader dan calon kader Saka Bhakti Husada (SBH), Minggu (30/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor TIC Alun-Alun Kota Pasuruan tersebut diikuti 100 siswa perwakilan SMA, SMK, dan sederajat se-Kota Pasuruan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan dr. Shierly Marlena, MM membuka kegiatan tersebut. Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri sebagai langkah pencegahan anemia.
“Jangan Lupa Minum Tablet Tambah Darah di Sekolah, Setiap Hari Jum’at, untuk mencegah anemia, meningkatkan konsentrasi , menjaga imunitas dan mencegah stunting sejak dini,” ujar dr. Shierly.
Menurutnya, kebiasaan mengkonsumsi TTD tidak hanya berkaitan dengan pencegahan anemia. Kondisi tubuh yang sehat juga mendukung konsentrasi belajar, menjaga imunitas, serta menjadi bagian dari upaya mencegah stunting sejak dini.

“Aksi Bergizi ini merupakan gerakan nasional untuk meningkatkan kesadaran remaja usia sekolah agar terbiasa menerapkan pola hidup sehat,” imbuh dr. Shierly.
Rangkaian kegiatan dikemas melalui sejumlah aktivitas. Mulai konsumsi TTD, sarapan bergizi bersama, aktivitas fisik, hingga edukasi kesehatan.
Hadir sebagai narasumber, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka Kota Pasuruan Fatoni Anjar Pribadi, S.P.
Tak sekadar mengikuti kegiatan, para kader dan calon kader SBH diharapkan membawa pesan kesehatan tersebut kembali ke sekolah masing-masing.

dr. Shierly juga menjelaskan, bahwa mereka diproyeksikan menjadi agen perubahan yang mampu mengajak teman sebaya membiasakan perilaku hidup sehat, mencegah anemia, sekaligus memahami pentingnya pencegahan stunting sejak remaja.
“Dengan pendekatan ini, kami berharap Gerakan Aksi Bergizi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Edukasi kesehatan ini bisa menjadi kebiasaan yang tumbuh dari sekolah dan menyebar melalui para siswa,” pungkas dr. Shierly. (adv).




