Acha Septriasa dan Ayu Azhari Buka Dies Natalis ke-45 FEB Unisma, Angkat Isu KDRT Lewat Film “Suamiku Lukaku”

IDEAJATIM.ID, MALANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) membuka rangkaian Dies Natalis ke-45 dengan cara berbeda. Melalui kegiatan Women Talk dan pemutaran film Suamiku Lukaku, FEB Unisma menghadirkan ruang diskusi tentang isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang masih banyak terjadi di masyarakat.

Kegiatan yang digelar pada Selasa (19/5/2026) itu menghadirkan aktris ternama Acha Septriasa dan Ayu Azhari sebagai narasumber. Selain itu, hadir pula psikolog dan perwakilan Dinas Sosial Kota Malang untuk memberikan edukasi kepada peserta.

Dekana FEB Unisma, Afifudin, S.E., M.SA., Ak, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian kampus terhadap persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Dies Natalis kali ini tidak hanya menjadi perayaan akademik, tetapi juga ruang edukasi dan kepedulian sosial. Kami ingin kampus hadir membawa manfaat dan keberanian untuk membahas isu-isu penting seperti KDRT,” ujarnya, Sabtu, (23/5/2026) kemarin.
Menurut Afifudin, pemilihan film Suamiku Lukaku bukan tanpa alasan. Film tersebut dinilai mampu membuka kesadaran masyarakat terkait dampak kekerasan yang sering tersembunyi di balik kehidupan rumah tangga.

Baca Juga:  Tren Ekonomi Turun, Jumlah Hewan Kurban di Unisma Malang Justru Melonjak pada Iduladha 2026

“Film ini punya pesan kuat tentang keberanian perempuan untuk bersuara dan mencari pertolongan. Kami berharap mahasiswa tidak hanya menjadi generasi cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati sosial,” katanya.

Acara berlangsung antusias dengan dihadiri mahasiswa, civitas akademika, hingga masyarakat umum. Dalam sesi Women Talk, Acha Septriasa menyampaikan bahwa film yang dibintanginya bukan sekadar hiburan, melainkan media edukasi agar korban kekerasan berani keluar dari tekanan dan ketakutan.

Sementara itu, Ayu Azhari menilai diskusi semacam ini penting untuk membuka kesadaran publik bahwa korban KDRT membutuhkan dukungan lingkungan dan akses pendampingan yang tepat.

Selain diskusi, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pendampingan psikologis dan perlindungan sosial bagi korban kekerasan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi awal lahirnya gerakan kampus yang lebih peduli terhadap isu perempuan dan kemanusiaan,” tutup Afif. (*)

Berita Terkini

Kota Batu Tancap Gas di O2SN Jatim, Sabet Medali di Cabor Renang Hari Pertama

IDEA JATIM, SURABAYA – Kontingen Olimpiade Olahraga Siswa Nasional...

Lupa Cabut Kunci Motor, Maling di Beji Batu Kepergok Warga dan Nyaris Diamuk Massa

IDEA JATIM, ​BATU – Apes benar nasib EW, warga...

Polres Batu Ringkus Dua Penadah Motor Curi, Satu Pelaku Utama Masih Buron

IDEA JATIM, ​BATU – Tim Unit Reaksi Cepat (URC)...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img