Menembus Industri Game: Kisah Angga Satria, Alumni Skariga yang Sukses Jadi Game Designer di Usia Muda

IDEA JATIM, ​MALANG – Memilih jalur pendidikan vokasi terbukti mampu mencetak generasi muda yang siap bersaing di industri kreatif global. Salah satu bukti nyatanya adalah Angga Satria (23), alumni Jurusan Animasi SMK PGRI 3 Malang—atau yang akrab dikenal dengan sebutan Skariga—yang kini sukses meniti karier sebagai Game Designer sekaligus Leader di 4crows, divisi khusus pengembangan game di bawah naungan Mocca.

​Di usianya yang masih sangat muda, Angga memegang tanggung jawab besar dalam merencanakan fitur game, menyusun konsep, hingga mengoordinasikan tim lintas divisi. Perjalanannya dari seorang siswa yang gemar menggambar hingga menjadi pemimpin proyek di industri digital global menjadi kisah inspiratif tentang pentingnya menyelaraskan passion, kedisiplinan, dan keberanian mengambil peluang.

​Langkah awal kesuksesan Angga bermula dari keberaniannya keluar dari zona nyaman saat masih duduk di bangku sekolah. Skariga, sebagai sekolah yang jeli melihat potensi industri, memberikan dua peluang emas kepada Angga: mengikuti Diklat Animasi 2D di Mocca dan berkompetisi di ajang Kamp Kreatif Siswa Indonesia (KKSI) untuk kategori animasi game edukatif. ​”Dua kesempatan itu saya ambil dengan yakin, meskipun saat itu tidak ada satu pun teman sejurusan yang ikut,” kenang Angga.

Baca Juga:  HUT Kota Malang 112: Ribuan Siswa SMK PGRI 3 Malang Ramaikan Skariga Merjos Lari

​Keberanian tersebut membuahkan hasil. Angga berhasil meraih Juara 1 pada diklat animasi 2D. Tak hanya itu, modal keterampilan tersebut langsung ia paraktikkan di platform internasional. Ia berhasil “pecah telur” sebagai freelancer di Fiverr dengan kebanjiran orderan animasi 2D dan ilustrasi dari berbagai negara, sebelum akhirnya dipinang oleh 4crows hingga bertahan hampir empat tahun lamanya.

​Bagi Angga, kesuksesannya saat ini tidak lepas dari tempaan karakter yang ia terima di almamaternya. Mengusung motto sekolah “Success by Discipline”, Skariga berhasil menanamkan budaya kerja profesional sejak dini melalui aturan yang ketat dan lingkungan belajar berbasis proyek (project-based learning).

​”Hal yang paling membekas dari Skariga adalah kedisiplinannya yang dijunjung tinggi dan ketatnya peraturan. Mungkin saat sekolah terasa berat, tetapi justru itulah yang membentuk fondasi kuat bagi saya untuk menghadapi tekanan dan tantangan nyata di dunia kerja,” ungkap alumni yang mengidolakan Bu Purnia Ningsih, guru produktif Animasi 2D yang selalu memotivasi dirinya tersebut.

​Melalui pengalaman memimpin tim adik kelas dalam ajang KKSI serta program Praktik Kerja Industri (Prakerin) di Mocca dan Fantasi, Angga belajar bahwa dunia profesional menuntut lebih dari sekadar kemampuan teknis (hard skill).

Baca Juga:  MPLS SMK PGRI 3 Malang Diikuti 987 Siswa dari 18 Provinsi, Siapkan Garda Swarna Menuju Indonesia Emas

​”Tantangan terbesar saya sekarang bukanlah pekerjaan teknis, melainkan memimpin orang lain, menyelaraskan pendapat, dan mengambil keputusan penting. Di sinilah pentingnya soft skill dan attitude. Skill bisa dipelajari, tapi karakter dan attitude itu yang susah dibentuk. Skariga berhasil membekali saya dengan hal itu,” tambahnya.

​Sebagai alumni yang bangga akan almamaternya, Angga melihat Skariga terus berkembang pesat dan selalu adaptif terhadap kebutuhan industri modern. Ia pun berpesan kepada adik-adik kelasnya yang masih menempuh pendidikan di Skariga untuk tidak sekadar mengejar nilai akademik.

​”Nikmati masa sekolah, fokus pada pengembangan diri, dan asah soft skill. Generasi muda harus memiliki responsibility (tanggung jawab) dan accountability (berani menanggung konsekuensi dari tindakan). Jangan mudah menyerah dan jangan takut mencoba peluang baru,” tegasnya.

​Ketika ditanya mengapa ia sangat merekomendasikan SMK PGRI 3 Malang kepada calon siswa baru, Angga menjawab dengan penuh keyakinan bahwa Skariga adalah paket lengkap untuk masa depan.

​”Saya merekomendasikan Skariga karena sekolah ini memberikan kombinasi sempurna antara keterampilan teknis yang relevan, pengalaman industri nyata, dan pembentukan karakter yang kuat. Pengalaman karier saya sendiri adalah bukti hidup bahwa bekal dari Skariga sangat bermanfaat untuk menembus ketatnya persaingan dunia kerja,” pungkas Angga optimistis. (*)

Baca Juga:  Kisah Hasna Sofia, Alumni Animasi Skariga yang Sukses Tembus Industri Kreatif berkat Disiplin dan Mental Tangguh

Berita Terkini

UM Gandeng Kyung In Women University Buka Peluang Beasiswa Full Semester

Ideajatim.id, ​MALANG – Bukan sekadar pertukaran mahasiswa biasa. Kerja...

Dari Beji untuk Pasuruan, Siwalan Mix Legen Jadi Minuman Segar Favorit Musim Kemarau

Ideajatim.id, PASURUAN – Potensi buah siwalan khas Kecamatan Beji,...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img