Ideajatim.id, Malang – Upacara pengukuhan Kegiatan Cinta Sekolah (KCS) Angkatan 39 SMK PGRI 3 Malang (Skariga) berlangsung sukses penuh makna. Prosesi sakral ini digelar di Lapangan Upacara Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Malang pada Kamis, 9 Juli 2026.
Suasana riuh berubah khidmat saat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., membakar semangat ratusan siswa baru. Aries menepis anggapan masa lalu yang memandang sebelah mata lulusan vokasi. “Dulu orang sebut SMK tidak punya masa depan. Sekarang bumi berputar. SMK adalah masa depan bangsa itu sendiri,” tegasnya di hadapan hadirin.
Aries mengingatkan bahwa dunia telah memasuki era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Teknologi masif ini harus dijinakkan dengan disiplin, karakter, dan prestasi. Tanpa aspek tersebut, teknologi akan sia-sia. “Masa depan tidak ditentukan oleh siapa dirimu hari ini. Masa depan ditentukan oleh kebiasaan baik yang kamu bangun mulai hari ini. Disiplin adalah kuncinya,” ujar Aries penuh penekanan.
Ia juga mengajak pemerintah, swasta, dan masyarakat mempererat sinergi segitiga emas demi kemajuan vokasi.
Sebelum dikukuhkan, fisik dan mental para siswa telah digembleng secara disiplin di lingkungan militer melalui program Matabumi Garda Swarna. Pergantian atribut secara simbolis menandai transformasi mereka menjadi siswa resmi yang siap bersaing secara global.
Kepala SMK PGRI 3 Malang, Dr. Lukman Hakim, ST., MM., menegaskan bahwa pelepasan atribut ini merupakan tonggak awal perubahan karakter anak didik. “Hari ini mereka menanggalkan status sebagai calon siswa dan resmi menjadi bagian dari Skariga. Di pangkalan militer ini, mereka tidak hanya dilatih disiplin, tetapi juga dibentuk mentalnya agar siap menghadapi ketatnya persaingan industri global tanpa melupakan akar budaya bangsa,” ujar Lukman.
Selain penanaman kedisiplinan, KCS Angkatan 39 ini membawa misi ekologis. Skariga mendukung penuh program “Jawa Timur Bebas Sampah Plastik” dengan mendonasikan 987 tumbler kepada perwakilan SMP di wilayah Malang. Lukman Hakim menjelaskan bahwa kepekaan sosial harus dipupuk sejak hari pertama sekolah. “Pembagian 987 tumbler ini adalah pesan kuat bahwa generasi muda harus memimpin perubahan, dimulai dari mengurangi sampah plastik di lingkungan sekitar kita,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan khidmat melalui doa bersama. Babak baru perjuangan siswa Skariga yang kompeten, berkarakter, dan peduli lingkungan resmi dimulai hari ini. (*)



