Garuda Pertama Darul Faqih

IDEA JATIM, MALANG – ​TIDAK mudah. Sama sekali tidak mudah. Tapi 13 anak SMP Darul Faqih ini akhirnya berhasil menembusnya.

​Hari itu — Jumat, 31 Juli 2026 — Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) jadi saksi. Wajah-wajah remaja itu tegap. Ada rasa haru yang tersembunyi di balik senyum mereka.
​Mereka resmi dilantik menjadi Pramuka Garuda.

​Inilah sejarah. Untuk pertama kalinya, pangkalan SMP Darul Faqih melahirkan tingkatan tertinggi di dunia penggalang itu.

​Rinciannya: 8 putri, 5 putra. Total 13 anak. Mereka adalah :

Regu Putra :

  1. Achmad Hafizh / VIIA
  2. Win Kaffah S. / VIIIB
  3. Akmal Riffat / VIIIA
  4. M. Nizam Rizki / VIIIB
  5. Alhamdhika Rizky R. / VIIIA

Regu Putri :

  1. Kirana Bintan A. / VIIIC
  2. Mumtaza Safa F. / VIIIC
  3. Mazaya Zalfa A. / VIIIC
  4. Rena Anindya S. / VIIIC
  5. Rahilla Aulia / VIIIC
  6. Sahna Nihlatu D. / VIIB
  7. Fatimah Al Batuul / VIIB
  8. Talitha Arif / VIIB

​Pembina mereka, Alex Wiko Wibisono S.T, bersama pembina lainnya, Dyah Paramita. Juga dibantu crew yang tidak kalah hebat : Cehelsea Aprilia dan Citra Dela.

Baca Juga:  PFI Malang Tolak Stigmatisasi terhadap Profesi Jurnalis: Kritik Jurnalistik adalah Pilar Demokrasi

Alex Wiko Wibisono, atau Kak Alex — tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya.

Ketika ditemui usai acara, mukanya berseri-seri.

​”Sangat tidak mudah,” katanya.

​Kenapa tidak mudah?

​Bayangkan. Untuk bisa menyematkan lambang Garuda di dada, syaratnya berderet. Tidak cukup hanya rajin latihan tiap akhir pekan.

​Mereka harus menuntaskan Tanda Kecakapan Umum (TKU) berjenjang: Ramu, Rakit, hingga Terap.

​Belum cukup. Masih ada syarat ‘berat’ lainnya: wajib mengantongi minimal 25 Tanda Kecakapan Khusus (TKK).

​Dua puluh lima TKK!

​Itu artinya, 13 anak ini harus menguasai puluhan keahlian praktis.

Mulai dari berkemah, menolong kecelakaan, hingga keterampilan khusus lainnya. Semuanya diuji satu per satu. Bertahap. Konsisten. Menguras keringat dan pikiran.

​Kak Alex mengingatkan anak didiknya. Menjadi Pramuka Garuda bukan berarti boleh jemawa. Justru sebaliknya: beban moralnya makin berat.

​”Tingkatan boleh tertinggi. Pangkat boleh seperti TNI. Tapi yang nomor satu tetap etika!”

​Seorang Pramuka Garuda harus jadi contoh. Harus menjaga nama baik orang tua, pangkalan sekolah, sampai nama bangsa.

Baca Juga:  Cetak Sejarah Baru: 13 Penggalang SMP Darul Faqih Raih Predikat Pramuka Garuda Pertama

​Apalagi, standar penempuhan Garuda ini memang diakui secara nasional.

Bobot gemblengannya mirip penempuhan pangkat di lingkungan ketentaraan. Maka tak heran, ijazah Pramuka Garuda punya ‘kesaktian’ tersendiri: diakui secara nasional dan bisa dipakai untuk jalur prestasi masuk sekolah lanjutan.

​Apakah berhenti di situ?

​Tentu tidak. Kak Alex sudah menyiapkan ‘papan selancar’ berikutnya bagi pasukan Pramuka SMP Darul Faqih.

​Target terdekat: Giat Prestasi (GP) Penggalang Garuda.

​Ini adalah ajang tarung gengsi khusus para pemilik predikat Garuda. Mereka bakal diadu dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga nasional.

​”Anak-anak ini akan kami berangkatkan ke sana,” ujar Kak Alex penuh optimisme.

​Sebuah langkah awal yang manis. Angkatan pertama sudah memecah telur. Tinggal bagaimana adik-adik kelasnya kelak melanjutkan jejak ksatria Garuda dari Darul Faqih ini.

​Selamat untuk 13 Garuda Muda! (*)

Berita Terkini

spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img