Cetak Generasi Hebat, Begini Cara SMK PGRI 3 Malang Integrasikan Nilai Ramadan dan Karakter Bangsa

IDEA JATIM, ​MALANG – SMK PGRI 3 Malang menggelar kegiatan Pondok Ramadan 1447 H sebagai upaya nyata memperkuat karakter religius dan budi pekerti siswa. Mengangkat tema “Implementasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, kegiatan yang berlangsung di Aula sekolah ini menjadi momentum transformasi spiritual bagi para generasi muda di Kota Malang hingga Selasa (3/3/2026).

​Kegiatan yang dimulai sejak pekan lalu ini tidak hanya sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah kawah candradimuka untuk membentuk kedisiplinan. Rangkaian acara dirancang secara komprehensif, mulai dari pembiasaan salat fardu berjamaah, salat sunah dhuha, tadarus Alquran, edukasi zakat, hingga kajian Islam mendalam yang diselingi sesi ice breaking untuk menjaga antusiasme siswa.

​Kepala SMK PGRI 3 Malang, M. Lukman Hakim, ST., MM., dalam sambutannya menekankan bahwa ibadah puasa adalah perintah wajib dari Allah SWT sesuai amanat Surat Al-Baqarah ayat 183. Namun, di balik kewajiban tersebut, terdapat esensi besar untuk melatih ketangguhan mental dan fisik.
​”Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mengasah ‘Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat’. Kita ingin siswa terbiasa bangun pagi, rajin beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, gemar belajar, aktif bermasyarakat, dan disiplin dalam beristirahat,” ujar Lukman.

​Menurut Lukman, integrasi antara nilai agama dan kebiasaan positif ini bertujuan untuk mencetak lulusan SMK yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga sehat, cerdas, berintegritas, dan mandiri. Momentum Ramadan memberikan sentuhan spiritual yang lebih dalam dibandingkan hari-hari biasa.

Baca Juga:  Kadisdik Jatim di SMK PGRI 3 Malang: SMK Bukan Lagi Masa Depan, Tapi Penyelamat Bangsa!

​Pihak sekolah mendorong siswa untuk tidak sekadar membaca Alquran, tetapi juga menyelami setiap arti dan maknanya. Harapannya, kitab suci tersebut benar-benar menjadi pedoman hidup yang menjaga mereka agar tetap konsisten di jalan yang benar.

​Selain aspek pribadi, sisi sosial juga diperkuat melalui pemahaman ilmu zakat. Para siswa diajarkan bahwa sebagai salah satu rukun Islam, zakat adalah wujud nyata kepedulian terhadap kaum duafa dan fakir miskin. Dengan menumbuhkan rasa empati ini, siswa diharapkan menjadi pribadi yang lebih peka terhadap lingkungan sekitar.
​”Melalui majelis ilmu dan kajian Islam di sekolah, kami ingin iman para siswa semakin kokoh. Dengan ilmu yang mumpuni, keyakinan mereka kepada Allah akan selalu terjaga di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks,” pungkas Lukman.

​Pondok Ramadan 1447 H di SMK PGRI 3 Malang ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang, menciptakan perubahan positif pada aspek ibadah, keluasan ilmu, hingga keluhuran akhlak bagi seluruh peserta didik. (*)

Berita Terkini

Cetak Sejarah Dunia!; Peringati 17 Agustus, Kota Batu Gelar Kolaborasi Olahraga Biliar dan Domino

IDEA JATIM, BATU – Sebuah terobosan bersejarah yang baru...

Karnaval Gebyar PAUD 2026; Cara Isi HUT ke-81 RI Lembaga PAUD se-Kota Batu

IDEA JATIM, BATU - Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu,...

SMA Walisongo Gempol Semarakkan Hari Pramuka ke-65

IDEAJATIM.ID, PASURUAN – SMA Walisongo Gempol menggelar peringatan Hari...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img